<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586</id><updated>2011-07-08T05:47:53.856-07:00</updated><title type='text'>.::Welcome to the Freedom Blog!::.</title><subtitle type='html'>::Rahasia kebahagiaan adalah kebebasan dan rahasia kebebasan adalah keberanian!::</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-3453691379542694408</id><published>2010-02-14T18:16:00.001-08:00</published><updated>2010-02-14T18:16:39.145-08:00</updated><title type='text'>Hadapilah Masalah dengan Ketenangan</title><content type='html'>"Ketenangan adalah sumber kekuatan yang luar biasa". (Lao Tzu)&lt;br /&gt;Setiap orang tidak akan lepas dari masalah. Secara sederhana, masalah dapat diartikan tidak sesuainya antara harapan dengan kenyataan. Jika suatu permasalahan mendatangi kita, tentu saja kita akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin. Namun, bagaimana jika masalah yang datang itu begitu pelik dan kita belum menemukan solusinya? Apakah yang sebaiknya kita lakukan? Mudah-mudahan kisah berikut ini dapat memberikan inspirasi bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat seorang tukang kayu sedang asyik bekerja. Secara tak sengaja arlojinya jatuh dan terbenam ke dalam tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji tersebut merupakan hadiah dari seorang sahabatnya, dan telah lama dipakainya. Karena begitu menyukai arloji tersebut, iapun berusaha untuk menemukannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengeluhkan keteledorannya, tukang kayu tersebut membongkar tumpukan serbuk kayu. Teman-temannya ikut pula membantu menemukan arloji tersebut. Namun setelah membolak-balik tumpukan serbuk kayu tersebut, arloji tersebut belum juga ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jam istirahat tiba, semua pekerja pergi meninggalkan bengkel tersebut untuk makan siang. Tukang kayu yang kehilangan arloji tersebut, dengan lesu juga meninggalkan bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu datanglah seorang anak mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Rupanya sudah sejak tadi dia memperhatikan mereka mencari arloji yang jatuh ditumpukan serbuk kayu. Anak itu lalu berjongkok dan mulai mencarinya. Tak berapa lama kemudian, ia berhasil menemukan arloji tersebut. Anak itu kemudian menyerahkan arloji tersebut kepada tukang kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah gembiranya tukang kayu karena arloji kesayangannya ditemukan kembali. Ia berterima kasih kepada anak tersebut dan bertanya bagaimana ia bisa menemukannya. Padahal sebelumnya banyak orang yang membongkar serbuk kayu tersebut. Anak itupun menjawab: "Saya hanya duduk tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘tok-tak, tok-tak'. Dengan itu, saya tahu di mana arloji itu berada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mendapatkan masalah, kita ingin masalah itu cepat selesai. Tidak seorangpun ingin masalahnya berlarut-larut yang pada gilirannya dapat menghambat aktivitas. Namun, seringkali ketika masalah itu datang, kita belum memiliki jalan keluarnya. Hal ini terjadi karena peliknya masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi suatu masalah pelik, alih-alih memikirkannya setiap saat ada baiknya sejenak kita lupakan masalah tersebut. "Duduklah dengan tenang dan buatlah secangkir teh", demikian kata seorang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lao Tzu, seorang filsuf China pernah berucap, "Ketenangan merupakan sumber kekuatan yang luar biasa". Dalam suasana yang tenang dan nyaman, otak kita akan mampu berpikir dengan baik. Ketenangan memberikan kekuatan bagi otak untuk bekerja dengan baik. Berbagai alternatif untuk memecahkan masalah yang pelik tersebut, akan muncul dengan sendirinya dalam pikiran kita. Layaknya detak arloji yang terdengar di keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu ketika kita kehilangan akal dalam menghadapi suatu persoalan, maka jangan ambil keputusan apapun. Alih-alih mengambil keputusan yang tergesa-gesa, lebih baik tenangkan pikiran terlebih dahulu. Ketika saatnya tiba, pikiran akan memberikan jalan keluar yang efektif. Saat itulah waktu yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusrizal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Staf ADM di FBSS Universitas Negeri Padang, juga aktif menulis di http://yusrizalfirzal.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-3453691379542694408?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/3453691379542694408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=3453691379542694408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3453691379542694408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3453691379542694408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2010/02/hadapilah-masalah-dengan-ketenangan.html' title='Hadapilah Masalah dengan Ketenangan'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4997243466335371096</id><published>2010-02-14T18:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T18:14:18.557-08:00</updated><title type='text'>Bibit yang Tidak Bisa Bertunas</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri.&lt;br /&gt;Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani proses tes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Baginda senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netter yang luar biasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah mutiara pribadi yang harus kita miliki dan pelihara dengan baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah "mata uang" yang berlaku di mana-mana. Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akan bebas dari perasaan waswas, takut, dan cemas. Sehingga, kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai, dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses, LUAR BIASA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4997243466335371096?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4997243466335371096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4997243466335371096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4997243466335371096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4997243466335371096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2010/02/bibit-yang-tidak-bisa-bertunas.html' title='Bibit yang Tidak Bisa Bertunas'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8067346124973019868</id><published>2009-11-11T16:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T16:16:35.749-08:00</updated><title type='text'>Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;prerogatif seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kalimat-kalimat Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;begitu kira-kira permintaan para penumpang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;keadaan yang buruk...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;denganNYA semakin dekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumber: Cerita dari Mesir  "Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8067346124973019868?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8067346124973019868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8067346124973019868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8067346124973019868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8067346124973019868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2009/11/pesankan-saya-tempat-di-neraka.html' title='Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4066670144550558308</id><published>2009-11-10T16:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T16:27:35.116-08:00</updated><title type='text'>Pemenang Tak Pernah Takut, Penakut Tidak Pernah Menang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; "&gt;Demikian sebuah pepatah mengatakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didalam sebuah pepatah yang sarat makna, kita diajarkan bahwa betapa Pemenang membutuhkan keberanian yang besar. Hanya mereka yang memiliki keberanian besar yang pantas menjadi pemenang. Karena betapa banyak rintangan dan halangan untuk menjadi pemenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalan menuju kemenangan seperti halnya menuju ke sebuah puncak pegunungan. Dalam perjalanan kita akan melewati batuan yang terjal, Mungkin kita menemukan bukit yang curam, atau bahkan kita akan bertemu dengan macan. Yang pasti menuju sebuah puncak kesuksesan memiliki tantangan dan membutuhkan keberanian untuk menghadapinya. Jika kita mengatakan sedang menuju kemenangan namun jalan yang kita lewati ternyata lapang, atau bahkan datar seperti jalan tol yang panjang, maka bisa dipastikan bahwa kita telah salah jalan. Tidak pernah ada jalan instan menuju kesuksesan, tidak pernah ada jalan mudah untuk kemenangan. Diperlukan perjuangan, diperlukan keyakinan , diperlukan keseriusan, dibutuhkan pengorbanan agar kita tetap konsisten dan semangat hingga mencapai kemenangan di puncak kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karenanya sangat mustahil penakut dan pesimis yang mereka baru melihat rintangan saja sebagai kesulitan bisa mampu menjadi pemenang. Jika memandang saja sudah penuh dengan ketakutan bagaimana mungkin pecundang yang penuh ketakutan bisa melaksanakan dan melewati rintangan dan menjadi pemenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Justru pemenang yang sejati adalah pemenang yang menganggap rintangan dan hambatan dalam mencapai kesuksesan adalah tantangan. Tantangan yang bukan menakutkan justru memberikan semangat dan keberanian serta keyakinan bahwa semua tantangan tersebut pasti dalam terlewatkan. Jika demikian, bagaimana mungkin seorang pemenang memiliki ketakutan terhadap rintangan, justru mereka menganggap rintangan adalah hal yang menyenangkan. karena mereka berkeyakinan bahwa ketika mereka menemukan rintangan dan hambatan, dalam menuju kesuksesan maka mereka telah berada di jalan yang benar dan tidak salah jalan. Karena sekali lagi tidak pernah ada jalan yang instan menuju kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun bukan berarti Pemenang tidak punya ketakutan. Karena bagi Pemenang cukuplah ketakutan hanyalah kepada Tuhan, dengan sebuah harapan dengan takut kepada Tuhan maka, Tuhan akan semakin sayang kepada para pemenang, dan Tuhan memberikan petunjuk dan kekuatan kepada para pemenang untuk tetap tabah dan semakin semangat menghadapi segala tantangan. Selain itu bagi kepada halangan, serta hambatan baginya itu bukanlah ketakutan, namun adalah Tantangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita senantiasa berkeyakinan dan menjadi sang Pemenang&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4066670144550558308?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4066670144550558308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4066670144550558308' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4066670144550558308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4066670144550558308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2009/11/pemenang-tak-pernah-takut-penakut-tidak.html' title='Pemenang Tak Pernah Takut, Penakut Tidak Pernah Menang'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4307156424946594345</id><published>2009-11-08T17:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T17:47:00.499-08:00</updated><title type='text'>Ayahku Tukang Batu</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" face="verdana"&gt;Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayahnya bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya membuatnya telah melukai hatinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu,” keluhnya dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, “Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini dimana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, “Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, “Maafkan putri Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah.” Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pembaca yang budiman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;code style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code style="font-family: verdana;"&gt;source : http://www.andriewongso.com/awartikel-677-Artikel_Tetap-Ayahku__Tukang__Batu&lt;/code&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4307156424946594345?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4307156424946594345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4307156424946594345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4307156424946594345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4307156424946594345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2009/11/ayahku-tukang-batu.html' title='Ayahku Tukang Batu'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-2823720194591319507</id><published>2007-09-06T04:20:00.001-07:00</published><updated>2007-09-06T04:27:22.190-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pemimpin Sejati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; "Seorang pemimpin adalah seseorang yang melihat lebih banyak dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pada yang dilihat orang lain, yang melihat lebih jauh dari pada yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dilihat orang lain, dan yang melihat sebelum yang lainnya melihat." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Levoy Eims, penulis buku Be The Leader You Were Meant To Be. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Levoy Eims mencoba memberikan gambaran tentang seorang pemimpin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sejati. Kita semua sangat membutuhkan seorang pemimpin sejati guna &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;membangun budaya positif, kemajuan dan prestasi dalam berbagai bidang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kehidupan; misalnya dalam bisnis, organisasi atau sosial masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Melalui kisah tentang dua orang penjelajah kutub selatan berikut ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kita akan mencoba meneladani bagaimana sosok pemimpin sejati yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Dikisahkan bahwa kutub utara telah berhasil ditahklukkan pada tanggal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;6 April 1909 oleh kelompok penjelajah pimpinan Robert E. Peary (1856-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1920) asal Amerika. Berita tentang keberhasilan penjelajahan tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;segera tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dua orang diantaranya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tertarik untuk menahlukkan kutub selatan, yaitu Roald Amundsen (1872-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1928) dari Norwegia dan seorang pejabat angkatan laut Inggris, Kapten &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Robert Falcon Scott. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Kedua orang tersebut berkeinginan untuk mencapai kutub selatan dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;rute yang berbeda. Dikisahkan bahwa tim penjelajah dibawah pimpinan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Roald Amundsen berhasil mencapai kutub selatan pada tanggal 14 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Desember 1911, atau satu bulan lebih cepat dari tim penjelajah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pimpinan Robert Falcon Scott. Selanjutnya tim penjelajah pimpinan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amundsen berhasil kembali pulang dengan selamat. Sedangkan berita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;menyedihkan datang dari tim penjelajah pimpinan Scott, karena semua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;anggota tim termasuk dirinya sendiri tewas dalam perjalanan pulang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dari kutub selatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Mengapa dapat terjadi, dua tim yang sama-sama menghadapi tantangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;berat selama menembus kutub selatan mencapai hasil yang bertolak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;belakang? Banyak kalangan menilai bahwa kegagalam tim Scott maupun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;keberhasilan tim Amundsen sangat ditentukan oleh pola kepemimpinan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;masing-masing diantara mereka. Dari sanalah kita mencoba mencermati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bagaimanakah pola kepemimpinan masing-masing diantara mereka untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;mengetahui apakah mereka termasuk pemimpin yang ideal atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Di Inggris, Scott dikenal mempunyai kemampuan memimpin yang luar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;biasa. Visi dan misi yang ingin ia capai bersama tim penjelajah juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;jelas, yaitu mencapai kutub selatan dan pulang dengan membawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;keberhasilan. Untuk mencapai visi dan misi tersebut ia juga melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;berbagai persiapan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Diceritakan bentuk persiapan Scott antara lain adalah menyediakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sebuah kereta luncur bermesin ditambah dengan beberapa ekor anak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kuda. Ia bersama timnya juga menyediakan pos-pos persediaan makanan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;di sepanjang rute yang akan mereka lalui. Tetapi bagaimana kelanjutan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kisah mereka dan penyebab utama sehingga semua anggota tim termasuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Scott sendiri tewas dalam perjalanan pulang dari kutub selatan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Semua kisah dan kendala yang harus mereka hadapi terungkap dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;surat-surat tulisan Scott yang diketemukan di dalam tubuhnya beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bulan setelah kematiannya. Surat-surat tersebut kemudian disimpan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;oleh Philippa Scott, putra tunggal Scott. Philippa Scott yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;meninggal dunia pada tahun 1989 itu menghadiahkan surat-surat milik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Scott kepada Scott Polar Research Institute di Universitas Cambridge. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Scott Polar Research Institute di Universitas Cambridge memamerkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;surat-surat Scott kepada khalayak umum pada tanggal 17 Januari 2007. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam surat tersebut diketahui bahwa kendala serius mulai muncul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;ketika kereta luncur bermesin itu rusak pada hari ke-5 penjelajahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dimulai. Scott menulis bahwa cadangan tenaga dari anak-anak kuda tak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;lagi dapat diandalkan. Pasalnya, anak-anak kuda itu tak mampu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bertahan dalam cuaca dingin, sehingga anggota tim Scott terpaksa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;membunuh anak-anak kuda itu di kaki gunung Transantarctic. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Setelah itu semua anggota tim terpaksa bahu-membahu menarik kereta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;luncur seberat 200 pon. Sementara pos-pos persediaan makanan yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sudah dipersiapkan ternyata lokasinya sangat sulit dijangkau. Tim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Scott benar-benar kesulitan menemukan pos-pos makanan itu. Sehingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tenaga mereka terkuras. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Sedangkan cuaca yang sangat dingin menyebabkan stamina tim penjelajah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pimpinan Scott menurun drastis. Terlebih mereka kurang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;memperhitungkan kesiapan peralatan penjelajahan, terutama kaca mata. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tak mengherankan jika dalam penjelajahan tersebut anggota tim Scott &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;mengalami kendala kesehatan serius, misalnya; dehidrasi, mata hampir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;buta, kedinginan, kelaparan, dan keracunan dalam darah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Di sisi lain, Amundsen sebagai pemimpin juga mempunyai visi yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;jelas dan tidak berbeda dengan visi yang ingin dicapai tim Scott. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bedanya, Amundsen melakukan perencanaan yang sangat teliti dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;persiapan yang matang, termasuk mempelajari metode-metode kaum Eskimo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;serta penjelajah Arctic lain yang sudah berpengalaman. Salah satu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;bentuk persiapan mereka antara lain adalah kereta luncur yang ditarik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;oleh beberapa ekor anjing. Kekuatan anjing-anjing itu dalam sehari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;maksimal hanya 6 jam atau sekitar 20 mil perjalanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Tim pimpinan Amundsen juga menyiapkan pos-pos yang menyediakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;makanan dan minuman cukup banyak dan lokasinya mudah dijangkau. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan demikian, tim Amundsen tidak kesulitan mendapatkan persediaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;makanan di sepanjang perjalanan. Lagipula mereka tak perlu membawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;beban terlalu berat. Selain itu, Amundsen melengkapi timnya dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;peralatan penjelajahan terbaik dan lengkap. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Dari sana kita dapat melihat bahwa sudah menjadi tugas pemimpin untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;menentukan arah tim atau organisasi yang ia pimpin. John C. Maxwell &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;mengatakan, "Ibaratnya siapapun dapat mengemudikan kapal, namun hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pemimpin yang dapat menentukan arahnya." Sosok pemimpin seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amundsen maupun Scott sebenarnya sudah mampu memainkan peran mereka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sebagai pimpinan, terbukti mereka berdua sudah mampu merumuskan visi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dan misi yang hendak mereka capai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Tetapi seorang pemimpin tak hanya perlu menciptakan visi dan misi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;melainkan merumuskan realita yang ada, termasuk kekurangan dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kekuatan yang ada dalam tim, organisasi, negara dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selain itu, seorang pemimpin ideal akan sangat menghargai perbedaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;maupun kekurangan masing-masing fungsi sekaligus menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;harmonisasi sehingga elemen-elemen yang ada saling mensinergi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kemajuan. Seorang pemimpin juga dituntut untuk peka dan mampu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;memperhitungkan segenap potensi yang ada untuk menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pertumbuhan dan merealisasikan visi dan misinya menjadi kenyataan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Scott tidak mempunyai kualitas sebagai pemimpin ideal sebagaimana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;disebutkan di alenia di atas. Ia tidak peka dan tidak mampu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;mengharmoniskan potensi yang ada di dalam timnya untuk mencapai visi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dan misi. Dikisahkan sesaat sebelum berangkat, Scott secara sepihak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;memutuskan menambah satu orang, yaitu rekannya sendiri, kedalam tim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;penjelajahan menjadi 5 orang. Padahal bekal ketersediaan bahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;makanan tim tersebut hanya cukup untuk 4 orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Meskipun mereka berhasil mencapai kutub selatan pada tanggal 17 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Januari 1912, tetapi kondisi kesehatan para anggota tim Scott sangat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;lemah dan kelaparan. Melihat kondisi seperti itupun Scott masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;berkeras agar timnya membawa pulang 30 pon spesimen geologi. Tindakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Scott itu jelas semakin membebani para anggota timnya, sekaligus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;membuktikan bahwa ia bukanlah pemimpin yang cukup peka. Padahal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kepekaan terhadap kerinduan, keinginan, harapan dan kemauan para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;anggota tim merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;memimpin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Tindakan Scott yang tidak peka benar-benar fatal hingga menewaskan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;semua anggota tim termasuk dirinya sendiri. Dalam sebuah cacatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;harian, Scott menuliskan penyesalannya, "It is a terrible &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;disappointment, and I am very sorry for my loyal companions. – Ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;merupakan kekecewaan yang begitu dalam, dan saya sangat menyesalkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tindakan saya terhadap rekan-rekan yang sudah begitu setia (para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;anggota dalam tim penjelajahannya) ." Tragedi yang menimpa semua &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  anggota tim diakibatkan Scott lebih mengutamakan egonya sendiri. Hal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;itu mencerminkan ketidakmampuan Scott menjadi pemimpin sejati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Kesimpulan tentang kualitas pemimpin ideal sebenarnya senada dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pendapat Patricia Patton, seorang konsultan profesional. "It took a &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;heart, soul and brains to lead a people ……, - Untuk memimpin orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;lain dibutuhkan totalitas pengabdian dengan segenap hati, jiwa, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pikiran," katanya. Dengan demikian seorang pemimpin sejati tak hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;harus memiliki kecerdasan intelektual, melainkan kecerdasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;emosional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Daniel Goleman kemudian mengelompokkan tipe pemimpin kedalam 6 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;golongan, yaitu visionary (memiliki visi), coaching (mendidik), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;affiliate (mengedepankan keharmonisan dan kerja sama), democratic &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(menghargai pendapat orang lain), pacesetting (memberikan contoh dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tindakan), commanding (tegas dan berani mengambil resiko). Namun tipe &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;pemimpin paling ideal menurutnya adalah mereka yang mampu menerapkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;ke-6 tipe tersebut sesuai dengan kebutuhan secara benar dan tepat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Selama ini kualitas pemimpin sejati dianggap sebagai bakat yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tumbuh dalam diri seseorang secara alamiah. Tetapi sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;kemampuan menjadi pemimpin sejati dapat dilatih, khususnya untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir dan bertindak positif, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;membangun jaringan dan kerjasama, menetapkan target-target, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;berempati, dan lain sebagainya. Artinya, siapapun dapat tampil &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sebagai pemimpin sejati yang menjadi dambaan semua orang dan berperan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;siginifikan sebagai pelopor untuk membangun kehidupan kita semua, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;asalkan ada kemauan dan upaya yang sungguh-sungguh untuk melatih diri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;misalnya melalui seminar, pelatihan, belajar dari pemimpin yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sukses maupun sejarah kebijakan mereka dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-2823720194591319507?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/2823720194591319507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=2823720194591319507' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/2823720194591319507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/2823720194591319507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/09/menjadi-pemimpin-sejati.html' title='Menjadi Pemimpin Sejati'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-7964481372209124820</id><published>2007-09-06T04:14:00.001-07:00</published><updated>2007-09-06T04:18:15.076-07:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Berhenti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; (jangan pernah berhenti).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal 'T' yang tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menjadi dosen di tempat saya mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berjuang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang demikian menghibur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan tanpa keluhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; never give up.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : jangan pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental never give up yang lebih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental never give up&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; semakin kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-7964481372209124820?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/7964481372209124820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=7964481372209124820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7964481372209124820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7964481372209124820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/09/jangan-pernah-berhenti.html' title='Jangan Pernah Berhenti'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-644370414632249768</id><published>2007-09-06T04:10:00.000-07:00</published><updated>2007-09-06T04:11:04.376-07:00</updated><title type='text'>Pendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yangterjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali- temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana ia berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ya, asal kita percaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-644370414632249768?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/644370414632249768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=644370414632249768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/644370414632249768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/644370414632249768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/09/pendaki-gunung.html' title='Pendaki Gunung'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-3951045117310729494</id><published>2007-09-06T03:29:00.001-07:00</published><updated>2007-09-06T03:37:06.462-07:00</updated><title type='text'>Anda Punya Bakat Kaya?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bermimpi kaya semua orang juga bisa, tetapi berbakat kaya tidak semua orang memilikinya. Pertanyaannya, apakah anda punya bakat kaya? Siapa tahu anda punya bakat kaya hanya belum disadari sepenuhnya. Nah menurut mas Henky Eko S, berikut adalah ciri-ciri bakat kaya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;1. Menghindari bekerja dengan penghasilan tetap, bagi orang berbakat kaya, bekerja dengan penghasilan tetap adalah penjara terhadap kemungkinan mendapat penghasilan yang jauh lebih besar. Memang fixed income lebih aman, namun kecil kemungkinan untuk melonjak. Jadi, mereka lebih menyukai pekerjaan dengan insentif yang lebih tinggi diandingkan fixed salary. Menurut cara berpikir orang kaya, bekerja dengan penghasilan tetap bukanlah cara yang tepat untuk mencari keamanan dalam hidup. Langkah yang mereka pilih adalh mnebarkan mata kail ke banyak kolam. Tak ada kepastian dari satupun mata kail, namun mereka bisa mendapatkan lebih banyak ikan dari yang ia duga sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;2. Respek terhadap Orang-Orang sukses, setiap kisah keberhasilan memerlukan ilham. Orang-orang kaya biasanya sangat respek terhadap mereka yang berhasil. Mereka juga kagum pada orang-orang yang menggeluti dunianya secara total tanpa syarat. Banyak ilham yang bisa digali dari kisah hidup mereka yang membaktikan hidupnya terhadap suatu bidang misalnya tentang loyalitas, totalitas, daya hidup, fighting spirit, dan lain-lain. Setiap orang sukses punya panutan atau mentor yang sangat mempengaruhi cara hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;3. Tak Pernah mengeluhkan modal yang kecil, orang biasa selalu mengeluhkan modal ketika mereka beralih kuadran dari employee ke business owner atau investor. Tapi orang berbakat kaya tidak pernah mempersoalkan modal, padahal mereka juga belum tentu punya uang. Rencana bisnis yang baik akan selalu banyak mengundang investor dengan sendirinya. Jika kita memiliki trust di mata jaringan relasi, modal menjadi faktor kesekian yg menentukan keberhasilan bisnis. bagi orang-orang yang berbakat kaya, gagasan lebih penting daripada modal kapital. kalau gagasan kita bagus, kita tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Biarkan orang lain membiayai proyek kita. Gagasan itu sendiri sudah merupakan modal yang nilainya melebihi uang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;4. Menggunakan Setiap Aktivitas Konsumsi Sebagai Sarana Pembelajaran, Orang biasamenikmati setiap aktivitas konsumsi tanpa belajar apa pun. Mereka benar-benar menikmati pemeo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembeli adalah raja , sehingga tak pernah membayangkan diri berada pada posisi yang melayani sang raja. Padahal, sang pelayan seringkali jauh lebih kaya dibandingkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;raja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dilayani. Orang-orang berbakat kaya selalu menggunakan aktivitas konsumsi sebagai sarana pembelajaran,misalnya ketika makan di suatu resto, orang berbakat kaya akan memperhatikan bagaimana resto itu dikelola, apa strategi yang dikembangkan pemilik resto, berapa taksiran omzetnya, dan seterusnya. Sebaliknya, orang biasa dan kelas menengah Cuma menikmati hidangan dan suasana resto tersebut tanpa pernah berpikir resto itu adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pabrik duit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi pemiliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;5. Tak Pernah Minta Kenaikan Plafon Kartu Kredit, Kartu Kredit adalah uang plastik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang digunakan sebagian besar untuk kebutuhan konsumtif. Suku bunganya tinggi. Kepemilikan kartu kredit, bagi kebanyakan orang akan mendorong konsumsi ke level yang lebih tinggi. Orang-orang yang berbakat kaya bukannya anti kartu kredit. Mereka punya terutama untuk keperluan emergency, namun mereka enggan menggunakannya hingga menyentuh limit. Apalagi jika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; kemudian meminta kenaikan plafon kartu kredit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;6. Mampu Menggunakan Sumber Daya Orang lain, orang biasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyewakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tenaganya untuk orang-orang kaya. Sebaliknya, orang kaya menggunakan waktu dan tenaga, bahkan uang orang lain, untuk membuat dirinya semakin kaya. Bukan berarti orang biasa dan kelas menengah tidak memiliki potensi untuk menjadi kaya. Mereka hanya kekurangan dua hal, yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gagasan cemerlang dan kepercayaan diri. Kalau mereka memiliki keduanya, maka mereka bisa masuk dalam kategori orang-orang berbakat kaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-3951045117310729494?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/3951045117310729494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=3951045117310729494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3951045117310729494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3951045117310729494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/09/anda-punya-bakat-kaya.html' title='Anda Punya Bakat Kaya?'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-669808837695961640</id><published>2007-08-29T04:28:00.000-07:00</published><updated>2007-08-29T04:30:16.488-07:00</updated><title type='text'>Penjara pikiran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penasaran dia bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kaki nya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.  Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have A Great Day's  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-669808837695961640?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/669808837695961640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=669808837695961640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/669808837695961640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/669808837695961640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/08/penjara-pikiran.html' title='Penjara pikiran'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8443803060547906922</id><published>2007-08-29T04:09:00.000-07:00</published><updated>2007-08-29T04:16:17.765-07:00</updated><title type='text'>Gagal ? Tanya ke Diri Sendiri Dong…</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penyebab kegagalan itu apa sih sebenarnya?? Kalau seorang pecundang biasanya dengan gambang akan menunjuk sang kambing hitam. Sementara orang apatis akan mengatakan ini sudah nasib. Sisi lainnya, si arif akan mengatakan pasti ada yang salah. Tetapi masih ada lanjutannya kok, salahnya ada pada diri kita sendiri. Nah lho…. Berikut ini ada nulikan buku tentang Bekerja Lebih Pintar Bukan Lebih Keras. Lain waktu saya akan tuliskan lengkap dengan nama penyusunnya. Dikatakan penulis buku itu, PENYEBAB UTAMA KEGAGALAN SESEORANG ADALAH DIRINYA SENDIRI. Penyebab adanya kegagalan yang dialami seseorang, meliputi :&lt;br /&gt;1. TIDAK mengetahui atau tidak dapat menentukan apa yang sebenarnya dikehendaki dalam hidup ini;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2. Ketidakmampuan mengatur waktu diri sendiri;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Kehidupan yang kacau;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4. Citra diri yang lemah, takut akan kegagalan, merasa bersalah, gelisah, marah, yang berlebihan serta lain-lain, pengeluaran energi dan waktu yang tidak masuk akal yang menguras emosi kita;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;5. Keengganan atau ketidakmampun untuk dengan terampil mendelegasikan suatu tugas kepada orang lain;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;6. Terputusnya komunikasi;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;7. Pertentangan antarpribadi yang sebenarnya tak perlu;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;8. Gangguan-gangguan umum seperti rapat, serta panggilan-panggilan telepon;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;9. Kebanjiran tugas tulis menulis.Saya belum memiliki cukup energi untuk melakukan terjemahan secara bebas tentang masing-masing poin tersebut. Kali ini pun saya merasa bahwa saya sedang berusaha menemukan diri saya kembali untuk bisa bekerja lebih baik, lebih cerdas, lebih tak kenal cepat lelah sehingga semua berjalan sesuai harapan.Buku yang ditulis oleh Jack Collis &amp; Michael Le Boeuf dan diterbitkan oleh Goal Getting Australia ini layak Anda baca kembali. Paling tidak bisa  dijadikan tambahan referensi. Bisa jadi karena tingkat crowded di luar batas kewajaran sehingga perlu ada re-formulasi tentang sistem kerja yang tepat. Lebih cerdas, tentu saja. Tak perlu lagi ada keharusan tentang kerja keras. Tinggal bagaimana melakukan evaluasi dan solusi tepat untuk mengganti waktu yang telah hilang. So, dengan demikian kayaknya kegagalan bisa kita kurangi. Sukses untuk kita semua deh ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Diadaptasi dari tulisan di mataharilain.wordpress.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8443803060547906922?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8443803060547906922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8443803060547906922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8443803060547906922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8443803060547906922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/08/gagal-tanya-ke-diri-sendiri-dong.html' title='Gagal ? Tanya ke Diri Sendiri Dong…'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-1440659264794831817</id><published>2007-08-13T04:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-13T04:36:49.897-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; kehilangan hidup ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Aku sudah tak punya apa-apa lagi." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku! " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai". Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; "Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran, duniapun akan terjungkir balik....... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Norman Vincent Peale&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; Penulis buku The Power of Positive Thinking&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-1440659264794831817?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/1440659264794831817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=1440659264794831817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/1440659264794831817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/1440659264794831817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/08/kekuatan-berpikir-positif.html' title='Kekuatan Berpikir Positif'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4565452391423447107</id><published>2007-07-17T23:50:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T23:57:23.130-07:00</updated><title type='text'>Orang Bodoh Vs Orang Pinter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh sering melakukan kesalahan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;maka dia rekrut orang pintar yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepa! tnya men dapatkan uang untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; membayari proposal yang diajukan orang pintar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sementara itu orang pintar percaya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;staffnya orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ta! pi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bill gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;PERTANYAAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;KESIMPULAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jangan lama-lama jadi orang pinter, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan mengabdi pada orang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4565452391423447107?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4565452391423447107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4565452391423447107' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4565452391423447107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4565452391423447107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/orang-bodoh-vs-orang-pinter.html' title='Orang Bodoh Vs Orang Pinter'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-1621042966197191449</id><published>2007-07-05T00:13:00.001-07:00</published><updated>2007-07-05T00:13:50.489-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Impian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menurut Francis Ford Coppola, "It was the man's dream, and his inspiring attempt to make them come true that remain important. ?Itu mimpi manusia yang terpenting, dan upayanya yang inspiratif mengupayakan mimpi itu menjadi kenyataan."! Kemajuan kehidupan saat ini merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mereka yang tidak mempunyai impian meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. Hasrat atau kegigihan mereka mudah sekali pudar, sehingga mereka dengan mudah mengubah impian mereka menjadi sangat sederhana. Padahal, impian yang besar mempunyai kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri khas yaitu selalu mampu memperbarui impian mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian Merupakan Sumber Motivasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar. Misalnya kita memimpikan sebuah kamera merek A, maka kita menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut. Tantangan berat yang harus dihadapi bukan sesuatu yang berarti jika impian sudah menjadi nafas kita. "It may be that those who do most, dream most, - Mereka mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat memimpikannya, " kata Stephen Butler Leacock.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nelson Mandela, sebelum menjadi Presiden Afrika Selatan, ia harus berjuang untuk sebuah impian negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk itu ia menghadapi tantangan teramat berat. Impian selalu memotivasi Nelson Mandela untuk tetap berjuang, meskipun ia harus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi. Impian merupakan sumber semangat bagi Nelson, hingga Afrika Selatan benar-benar merdeka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebenarnya, kitapun dapat memperbarui nilai dan menyempurnakan jati diri dengan kekuatan impian. Jadi jangan takut untuk bermimpi akan hal-hal yang besar, sebab impian menimbulkan hasrat yang kuat untuk meraihnya. Impian mampu berperan sebagai sumber motivasi, yang membangkitkan ambisi dan optimisme, sehingga kita mampu melampaui semua rintangan dan kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, "Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang." &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-family: verdana;"&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; 4 tips sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya, loyalitas, ulet dan sikap mental positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rasa percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang. Tips yang kedua adalah loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tips yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras. Sedangkan tips yang ke empat adalah sikap mental positif. Seseorang yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan merupakan daya dorong yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian Menjadikan Kehidupan Manusia Lebih Mudah Dijalani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Impian menjadikan manusia lebih kuat menghadapi segala rintangan dan tantangan. Sebab impian dapat menimbulkan kemauan keras untuk merealisasikannya. &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: verdana;"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pencipta puisi Belanda atau Dutch Poet's Society mengatakan "Nothing is difficult to those who have the will, Tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih ada kemauan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bob William mampu berlari dengan menggunakan kedua tangan. Ia tidak merasakan sakit di tangannya. Sebab sebuah tujuan yang berarti menjadikan segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah dan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kunci kebahagiaan adalah mempunyai impian. Sedangkan kunci kesuksesan itu sendiri adalah mewujudkan impian. George Lucas mengatakan, "Dreams are extremely important. You can't do it unless you imagine it, - Impian sangatlah penting. Kau tidak akan dapat melakukan apa-apa sebelum kau membayangkannya. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi jangan takut memimpikan sesuatu. Jadikan impian tersebut sebagai nafas kehidupan. Sebab impian yang kuat justru menjadikan perjuangan yang berat saat menggapainya sebagai sarana latihan mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang lain, misalnya kekuatan emosi, fisik, maupun rohani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-1621042966197191449?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/1621042966197191449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=1621042966197191449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/1621042966197191449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/1621042966197191449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/kekuatan-impian.html' title='Kekuatan Impian'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4212703472884264221</id><published>2007-07-05T00:11:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T00:12:53.660-07:00</updated><title type='text'>10 Ukuran Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Apakah anda adalah orang yang sukses? Berikut ini, beberapa ukuran kesuksesan yang mungkin berguna untuk mengukur kesuksesan anda. Kesuksesan adalah:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendapat penghasilan yang baik dari pekerjaan yang ditunaikan dengan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda bisa merasakan kegairahan dalam pekerjaan itu dan menikmati apa yang sedang anda kerjakan. Penghasilan yang besar tidak banyak berarti bila anda tidak bisa menemukan kegembiraan dalam pekerjaan anda setiap harinya. Gaji yang anda terima semestinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anda bisa memusatkan perhatian pada pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mempunyai visi mengenai masa depan dan tujuan yang konsisten dengan visi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kerja anda adalah untuk mengejar tujuan dengan penuh energi, daya cipta dan integritas. Tentu ada semacam ketegangan kreatif antara visi anda dan kenyataan saat ini sehingga anda perlu melakukan peregangan untuk meraihnya. Ketegangan kreatif ini memberi anda energi untuk menjaga momentum dan meraih tujuan anda satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperoleh cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda berhak untuk mendapatkan cinta dan penghormatan dari orang-orang di sekitar anda. Dapatkan hal ini melalui kerja keras dan dedikasi. Jangan mencampur-adukkan antara "terkenal" dengan "terhormat". Terkadang keinginan anda untuk terkenal harus dikorbankan untuk mendapatkan kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memberikan sumbangsih pada masyarakat dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuilah bahwa anda menerima sesuatu dari masyakat sekitar, maka dapatkan sebuah kesempatan untuk memberikannya kembali pada mereka. Hal ini bukan karena secara politis dibenarkan, namun karena anda mengakui sepenuh hati bahwa anda benar-benar mendapat karunia dan anugerah; karena berbagi pada sesama adalah sebuah penghargaan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menerima kegagalan dan penolakan, namun belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, ada dua tipe orang di dunia ini. Pertama, seseorang yang belajar dari kesalahan mereka sendiri. Dan mereka yang yang belajar dari kesalahan orang lain. Jauh lebih mudah bila anda tidak perlu membuat kekeliruan sendiri. Namun orang yang sukses adalah mereka yang belajar dari kegagalan dan tumbuh bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghabiskan waktunya untuk melakukan apa yang ingin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa menikmati setiap hari kerja adalah anugerah yang luar biasa. Seringkali tindakan yang sederhana dan tampak sepele memberikan kepuasan yang besar. Ingat, ada dua cara untuk menjadi kaya: mempunyai banyak uang, atau memiliki keinginan yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mempunyai gaya hidup yang sehat secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah yang mengatakan, "lebih awal tidur, lebih awal bangun, membuat orang jadi sehat, kaya, dan bijak" tetaplah berlaku. Banyak orang lebih memperhatikan mobilnya ketimbang tubuhnya sendiri, padahal kesehatan adalah hadiah yang tidak bisa kita beli. Ingat pula aturan emas mengenai kesehatan yang berbunyi, "jangan makan, minum atau tidur sebanyak yang kita maui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjaga kehidupan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berusaha untuk meraih kesempurnaan, namun jangan harapkan itu dari diri anda atau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berusaha untuk meraih kesempurnaan dengan melakukan perbaikan. Akui bahwa goal anda tidaklah sempurna. Hidup ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus-menerus. Daripada mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, lebih baik anda melihat keberhasilan yang diraih oleh orang lain dan berikan mereka pengakuan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mempercayai bahwa anda adalah seseorang yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang positif adalah alat yang ampuh. Anda menjadi apa yang anda pikirkan. Bila anda percaya anda bisa, anda memperoleh "rewards" dari pikiran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak jalan menuju kesuksesan, dan itu haruslah dirancang oleh diri anda sendiri. Setiap jalan pasti meliputi kesempatan dan resiko. Pastikan bahwa anda tahu apa makna keberhasilan bagi anda. Henry Kissinger berujar, "Bila anda tak tahu kemana anda sedang melangkah, maka semua jalan takkan membawa anda kemana-mana."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4212703472884264221?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4212703472884264221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4212703472884264221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4212703472884264221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4212703472884264221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/10-ukuran-kesuksesan.html' title='10 Ukuran Kesuksesan'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-6648251008023410442</id><published>2007-07-05T00:02:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T00:08:22.652-07:00</updated><title type='text'>Mental Seorang Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mental....&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Mental adalah kunci kesuksesan seorang entrepreneur. ..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Banyak pegawai yang ingin sekali menikmati kebebasan finansial seperti seorang entrepreneur tetapi pola pikirnya masih belum siap. Mentalnya masih seperti mental seorang pegawai...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Melihat arti kata entrepreneur artinya seorang risk taker yang berani mempertaruhkan sesuatu untuk keuntungan yang belum pasti. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Itu berarti...&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Seorang entrepreneur harus berani mengambil &amp; memperhitungkan resiko dan tidak menyalahkan orang lain atas kegagalannya. Menjadi entrepreneur adalah menjadi manusia yang spesial, bukan menjadi manusia kebanyakan.. .&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Warren Buffet pernah mengatakan bahwa entrepreneur selalu berpikir terbalik...&lt;br /&gt;Pegawai mengikuti tren, entrepreneur melawan tren. Pegawai merebut kemenangan di samudra merah, entrepreneur membuat kemenangannya sendiri di samudra biru. Seorang entrepreneur adalah orang yang menahan diri di saat orang lain berlomba-lomba mengikuti trend..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entrepreneur sudah bersiap dengan banyak dana untuk mengakuisi perusahaan di saat pasar saham sedang anjlok...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hanya seorang entrepreneur sejati yang berani berkata:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Pasar sepatu paling potensial adalah Afrika" atau&lt;br /&gt;"Pasar baju terbesar adalah Papua" atau&lt;br /&gt;"Pasar software original terbesar adalah negara dengan angka pembajakan tertinggi: Indonesia &amp; Cina!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tenpa mental &amp; kepercayaan diri entrepreneur, potensi &amp;amp; peluang selalu dilihat secara negatif sebagai hambatan, masalah, krisis &amp; problema...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat suatu masalah, itu berari ada satu solusi yang dibutuhkan, dan solusi itulah yang menjadi peluang bisnis baru bagi seorang entrepreneur. ..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Bila bank-bank di  indonesia saat ini tidak men-support UKM, kenapa tidak Anda mendirikan sebuah bank yang men-support UKM?&lt;br /&gt;Bila pemerintah tidak men-support UKM, kenapa tidak Anda mendirikan lembaga bantuan utk UKM?&lt;br /&gt;Bukankan itu yang dilihat &amp; dilakukan oleh Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank??&lt;br /&gt;Kita bisa lihat dari modal pribadi hanya dengan $ 20, kini Grameen Bank mencatat laba lebih dari $ 1 juta per tahun!!&lt;br /&gt;Grameen Bank telah mengubah hidup lebih dari 5 juta gelandang &amp;amp; pengemis, akhirnya mereka bisa mendirikan bisnis mereka sendiri dan membuka lapangan pekerjaan...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Entrepreneur adalah orang yang sedikit mengeluh namun banyak bertindak...&lt;br /&gt;Entrepreneur adalah orang yang tidak menyalahkan orang lain/pemerintahnya atas keterpurukan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Entrepreneur adalah orang yang bertindak &amp; menyumbangkan devisa bagi negaranya...&lt;br /&gt;Entrepreneur adalah orang yang melihat peluang bisnis di setiap  masalah...&lt;br /&gt;Entrepreneur tidak mau menjadi korban sejarah, ia memilih untuk mjd pelaku sejarah &amp;amp; menciptakan sejarahnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Entrepreneur segera mengambil peluang bahkan menciptakan peluang baru karena ia sadar kesempatan tidak akan pernah datang 2 kali!&lt;br /&gt;Entrepreneur adalah orang yang terus belajar bahkan sesudah ia lulus S3...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Entrepreneur ingin membuat sejarah baru bagi negaranya, bukan menjadi bagian dari sejarah lama...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-6648251008023410442?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/6648251008023410442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=6648251008023410442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6648251008023410442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6648251008023410442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/mental-seorang-entrepreneur.html' title='Mental Seorang Entrepreneur'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-833017360362847367</id><published>2007-07-03T00:24:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T00:26:55.256-07:00</updated><title type='text'>Motivasi Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak orang bertanya-tanya apa rahasia sukses bisnis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada orang yg sukses bisnis MLM, ada yg tidak sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada orang yg sukses bisnis FOREX, ada yg tidak sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Bagaimana supaya hasil kerja kita maximal agar bisa sukses?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rahasia untuk mencapai kesuksesan adalah karena ada dorongan/tekanan/keinginan yg sangat kuat untuk mencapainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Contoh analoginya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bila kita letakkan makanan pada suatu tembok dengan ketinggian tertentu, seekor kucing belum tentu bisa mengambilnya, tapi saat kucing itu dikejar2 seekor anjing, ia bisa dengan mudah meloncati tembok yg sangat tinggi untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada seorang ayah, tadinya hanya seorang pegawai negri biasa, tapi setelah memiliki anak yg tunagrahita. Ia sangat sedih dan sangat terpukul, akhirnya membuatnya sukses membangun/memiliki sekolah khusus tunagrahita. &lt;i&gt;(berita koran kompas)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila anda disuruh memindahkan kursi yg anda duduki sekarang ke suatu tempat sejauh 100 m dengan imbalan uang 1000 rupiah, kemungkin besar Anda tidak akan mau. Tapi bila imbalannya sangat besar misalnya uang 1 milyar, kemungkinan Anda akan mau.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;atau bila Anda diancam akan dibunuh oleh perampok, mau tak mau, anda akan melaksanakannya juga.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau bila anda sedang mandi, lalu tiba2 disuruh keluar rumah tanpa pakai baju lagi, tentu anda tidak akan mau. Tapi bila tiba2 ada kebakaran, gempa bumi atau ada bom meledak, anda terpaksa kabur tanpa pakai baju lagi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlian terbentuk oleh tekanan yg luar biasa kuat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hanya tekanan yg luar biasa kuat akan membuat seseorang mengeluarkan kemampuan maximalnya, dan akhirnya mencapai kesuksesan yg mengagumkan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-833017360362847367?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/833017360362847367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=833017360362847367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/833017360362847367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/833017360362847367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/banyak-orang-bertanya-tanya-apa-rahasia.html' title='Motivasi Sukses'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-5046086108736069830</id><published>2007-07-03T00:08:00.002-07:00</published><updated>2007-07-03T00:16:01.835-07:00</updated><title type='text'>Jangan Salahkan Nasib Anda!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Manusia memang merupakan suatu makhluk unik dan aneh. Kita cepat menerima suatu penghargaan atas kemenangan yang kita peroleh. Kita cenderung ingin dunia mengetahui tentang kemenangan kita. Memang wajar jika kita menginginkan orang lain melihat ke arah kita karena kemenangan kita, itu sangat manusiawi. Tetapi sebaliknya, manusia juga dengan cepat menyalahkan orang lain untuk setiap kemunduran, kesulitan dan berbagai "bentuk perlawanan" yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin saja benar, bahwa di dalam dunia yang kompleks ini ada orang lain yang memang merugikan kita. Tetapi sangat benar juga bahwa kita lebih sering merugikan diri kita sendiri. Kita seringkali merugi karena "kekurangan pribadi" kita, mungkin beberapa kesalahan pribadi. Oleh karena itu, sekarang ini cobalah Anda bersikap obyektif! Ingatkanlah diri Anda sendiri, bahwa Anda ingin menjadi sosok manusia sesempurna mungkin secara manusiawi. Coba lihatlah, apakah Anda mempunyai kelemahan yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya? Jika Anda terbukti mempunyai kelemahan itu, segeralah bertindak untuk mengoreksinya menjadi lebih baik. Pada umumnya, seringkali orang begitu terbiasa dengan dirinya sendiri; sehingga mereka sering lalai melihat kekurangannya sendiri dan lupa bagaimana cara-cara untuk memperbaiki dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya pribadi, dulu juga punya pandangan keliru terhadap "nasib" saya. Lebih dari 15 tahun lalu, saya seringkali juga "menyalahkan nasib" jika saya gagal dalam memperoleh sesuatu keinginan dan sasaran saya. Sering saya berkata, "Saya tidak mengerti kenapa itu semua, mungkin itu memang sudah menjadi jalannya...". "Memang sepertinya itu sudah nasib saya, suratan takdir saya begitu...". "Sepertinya nasib saya lagi sial tahun ini...". Tetapi itu adalah saya pada saat 15 tahun lalu, yang mungkin saja ada kesamaannya dengan Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang ini sudah jelas saya telah berubah dalam bersikap terhadap "nasib" ini. Daripada habis energi menyalahkan "nasib", lebih baik Anda "meneliti sebab-sebab kekalahan", "kemunduran" atau "kerugian" yang menimpa Anda, apapun bentuknya. Jika Anda dalam posisi kalah, belajarlah dari kekalahan itu. Kebanyakan orang menjalani kehidupannya untuk menjelaskan keadaan mereka yang "biasa-biasa" saja dengan "nasib sial" atau "nasib buruk" yang mereka alami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mereka ini sampai lupa menyadari, bahwa mereka "gagal melihat peluang" untuk bertumbuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih percaya diri dalam mengarungi samudra kehidupan selanjutnya, karena selalu menyalahkan nasibnya. Berhentilah menyalahkan nasib. Menyalahkan "nasib" tidak akan pernah membawa Anda ke tempat sasaran tujuan kehidupan yang Anda idam-idamkan. Ketahuilah bahwa Tuhan menciptakan dunia ini dalam bentuk yang seimbang, ada hukum keseimbangan yang harus selalu Anda ingat. Ada hukum sebab-akibat yang mutlak. "Nasib baik" atau "Nasib Buruk", semuanya merupakan suatu sebab dan akibat sebuah hukum universal sifatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda saya ingatkan lagi dengan kisah spektakuler dari Thomas Alva Edison sang Penemu bola lampu pijar itu. Anda tahu berapa kali Edison mencoba membuat agar bola lampu pijarnya bisa menyala? Konon pada percobaan yang ke 10.000 (sepuluh ribu) kali, Edison akhirnya berhasil membuat bola lampu pijarnya "benar-benar berpijar"...menyala terang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Kalau kita cermati kisah Thomas Alva Edison ini, ada hal yang bisa kita jadikan petik sebagai pelajaran kehidupan, yaitu "ketekunan" dalam percobaan-percobaannya atau "eksperimen". Yah...Thomas Alva Edison benar-benar seorang yang memiliki "ketekunan" dalam "eksperimen" bola lampu pijarnya. Dia selalu melihat "sisi baik" dalam setiap percobaannya yang gagal, dia juga menolak tegas rasa putus asa atau frustasi. Dia juga memiliki keberanian mengkritisi dirinya sendiri secara konstruktif, menyelidiki kesalahan dan kelemahannya untuk kemudian diperbaiki. Edison telah berhasil mempelajari suatu kemunduran untuk melicinkan jalan menuju suatu keberhasilan. Dia berhasil belajar dari "kekalahan" kemudian melanjutkan untuk "menang" pada kesempatan berikutnya. Di dalam Al-Quran, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 - 38 juga ada terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maju terus. Itulah keputusan yang diambil oleh Thomas Alva Edison, yaitu dia mengambil keputusan tepat untuk maju terus di dalam setiap usahanya menciptakan bola lampu pijar. Apa pun yang yang dialaminya saat proses membuat bola lampu itu, dia tetap bersikukuh untuk melangkah maju terus pantang mundur. Kegagalan yang dialami oleh Edison tersebut, itu hanya bermakna "kegagalan di mata orang lain"; tapi di dalam pandangan Edison, "kegagalan" itu merupakan "kemajuan" yang harus diraihnya sampai bola lampu pijar tersebut akhirnya benar-benar tercipta. Edison sangat meyakini bahwa semua tindakannya menciptakan bola lampu itu adalah tanggung jawab pribadinya, dan dia memutuskan untuk mengambil tanggung jawab tersebut. Sikap seperti inilah yang dimaksudkan oleh ayat suci Al-Qur'an di atas. Manusia bebas untuk berkehendak, mau maju atau mau mundur, itu terserah Anda, Allah tidak akan ikut "campur tangan" di awal Anda mengambil keputusan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya akan coba membuatkan sebuah "resume" kisah Thomas Alva Edison di atas tersebut, yang bisa Anda gunakan sebagai acuan bagaimana sebaiknya bersikap terhadap "nasib". Oleh karena perbedaan antara "keberhasilan" dan "kegagalan", dapat ditemukan pada sikap dan respons orang terhadap suatu kemunduran, keputusasaan, kesengsaraan, kesulitan dan berbagai situasi lainnya yang jelas-jelas mengecewakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Begini...dari kisah Penemu bola lampu pijar itu, kita bisa mengambil beberapa pedoman untuk Anda jadikan pegangan dalam membantu Anda MENGUBAH KEKALAHAN MENJADI KEMENANGAN, yaitu: menggabungkan sifat ketekunan dengan eksperimen; memiliki "keberanian mengkritisi diri sendiri secara konstruktif", dan "mempelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan"; selalu melihat "sisi baik" dalam setiap situasi apapun; dan "berhenti menyalahkan nasib". Selalu ingatlah, bahwa nasib itu ada di tangan manusia itu sendiri, Tuhan tidak akan mengubah nasib Anda, sebelum Anda mau melakukan tindakan untuk mengubah nasib Anda lebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-5046086108736069830?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/5046086108736069830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=5046086108736069830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5046086108736069830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5046086108736069830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/jangan-salahkan-nasib-anda.html' title='Jangan Salahkan Nasib Anda!'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-655886837483440841</id><published>2007-07-03T00:08:00.001-07:00</published><updated>2007-07-03T00:08:54.011-07:00</updated><title type='text'>Kerja Adalah Kehormatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Om beli bunga Om.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salam sukses luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Andrie Wongso&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-655886837483440841?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/655886837483440841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=655886837483440841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/655886837483440841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/655886837483440841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/kerja-adalah-kehormatan.html' title='Kerja Adalah Kehormatan'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-7220336948023904210</id><published>2007-07-03T00:01:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T00:05:41.875-07:00</updated><title type='text'>Makna Pekerjaan Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan ! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi kekamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dia mengatakan,"James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer atau Kadiv ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;JAMES GWEE&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-7220336948023904210?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/7220336948023904210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=7220336948023904210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7220336948023904210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7220336948023904210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/makna-pekerjaan-anda.html' title='Makna Pekerjaan Anda'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4515126051482499373</id><published>2007-07-02T23:54:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T23:55:06.445-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Ikan Sapu-sapu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;satu minggu ini ikan sapu-sapuku meninggal dunia. Sejak saat dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan kokiku akan tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah lumut dalam akuarium atau kolam ikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja, kuluangkan waktu untuk mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu. "Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak," jawab si penjual itu. Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku menuju rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung meliuk-liuk. Dan ... betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku ada waktu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah .... Tapi bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh ... tapi kok lain ya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli, tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini. Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, TUHAN memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada TUHAN karena merasa aku tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. TUHAN memakai ikan kecil itu untuk menyadarkan aku, "KU-ciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-KU, untuk melakukan hal-hal besar bagi-KU!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini TUHAN memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, TUHAN tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku berarti bagi-NYA, aku berharga bagi-NYA. Dalam pandangan mata aku memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal istimewa yang TUHAN berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat bagi banyak orang, karena TUHAN yang menganugerahkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Terima kasih TUHAN! Terima kasih ikan sapu-sapuku! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4515126051482499373?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4515126051482499373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4515126051482499373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4515126051482499373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4515126051482499373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/belajar-dari-ikan-sapu-sapu.html' title='Belajar dari Ikan Sapu-sapu'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-5683298307376212161</id><published>2007-07-02T23:49:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T23:51:27.556-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Berteriak?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi..." sang guru balik bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.&lt;br /&gt;Ucapkanlah kata-kata yang bijak dan santun. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-5683298307376212161?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/5683298307376212161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=5683298307376212161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5683298307376212161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5683298307376212161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/07/mengapa-berteriak.html' title='Mengapa Berteriak?'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-3910555643044607428</id><published>2007-06-29T01:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-29T01:32:13.487-07:00</updated><title type='text'>Energi Positif Sukses Mulia</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sahabat, pernahkan terlintas dalam pikiran Anda mengapa dalam hidup ini sering kali kita menemukan orang-orang yang hidupnya seolah-olah hanya mementingkan dirinya sendiri ? Mereka seperti tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan lebih mementingkan kebutuhan pribadinya sendiri. Mereka sepertinya tidak memiliki kepekaan dan kepedulian sosial. Hidup seolah-olah hanya untuk dirinya dan keluarganya sendiri. Dalam mengejar kekayaan harta, mencari ilmu pengetahuan, menggapai kekuasaan, meraih jabatan semata-mata dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan pribadinya, tanpa  mempedulikan kepentingan orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mereka inilah sesungguhnya orang-orang yang selalu dihantui oleh kecemasan masa depan yang belum pasti. Pikirannya selalu dikuasai oleh kekawatiran suatu keadaan di masa mendatang yang belum diketahuinya. Akibatnya mereka menjalani hidup sebagai pribadi yang egois, pribadi yang senang mementingkan diri sendiri, pribaadi yang serakah dan pribadi yang tidak memiliki kepedulian sosial. Mereka cenderung menimbun harta kekayaan sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri, memuaskan ego pribadinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sahabat, model hidup model seperti ini sesungguhnya mengecilkan arti kehidupannya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mereka tidak menyadari telah menciptakan sendiri kesulitan hidupnya sendiri, merendahkan sendiri nilai hidupnya dengan melemparkan dirinya sebagai makhluk yang berada di ketinggian menuju pada kerendahan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mereka telah merendahkan sendiri nilai hidupnya dan menjauhkannya dari energi positif bagi sukses mulia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;APA ITU ENERGI POSITIF ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Manusia akan merasakan kehidupan yang lebih indah, kalau dirinya dapat memancarkan banyak energi positif dari dalam diri untuk kehidupan. Hidup akan menjadi lebih mudah, lebih sukses dan lebih mulia kalau kita dapat meningkatkan energi positif dalam diri dan memancarkannya untuk kepentingan orang lain dan kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Lalu pertanyaannya adalah apakah sebenarnya yang dimaksud energi positif dalam diri itu ? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Saya mendefinisikan &lt;i&gt;energi positif sukses mulia&lt;/i&gt; adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;tindakan-tindakan positif, pekerjaan-pekerjaan positif atau sikap hidup positif yang setidaknya memenuhi karakeristik, disukai oleh pelakunya sendiri (diri kita sendiri), diinginkan oleh orang lain, dilakukan dengan keikhlasan hati dan bermanfaat bagi orang lain dan kehidupan&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoBodyText3"&gt;Energi ini kalau dilepaskan dari diri kita dapat memberikan kepuasan dan kebahagiaan lahiriah dan batiniah bagi dirinya sendiri dan bahkan bagi orang lain yang menerimanya. Tindakan, pekerjaan dan sikap positif itu dilakukan dengan ikhlas untuk tujuan mulia bagi kebaikan dan manfaat bagi kehidupan dan alam semesta.&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Setiap orang sesungguh merupakan penguasa energi tak terbatas yang ada dalam dirinya. Namun banyak orang yang tidak menyadari atau tidak mau tahu, sehingga mengabaikan potensi energi luar biasa dalam dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bagaimana agar kita dapat memelihara dan memancarkan energi positif dari dalam diri kita ? Banyak menghidupkan energi positif dari dalam diri kiita sehingga dapat memancar keluar bagi kehidupan sekitar kita ?. Setidaknya saya ingin berbagai melalui tiga tips sederhana dibawah ini, yang  diharapkan dapat bermanfaat untuk kita semua:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Meninggalkan Ego Pribadi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Artinya, bagaimana kita dapat meninggalkan ego pribadi yang berlebihan yang dapat menjadi penghambat bagi tumbuh dan berkembangnya energi positif dari dalam diri kita. Caranya sederhana, mulailah dengan berusaha tidak menjadi manusia yang egoistis, tidak menjadi manusia yang hanya selalu mementingkan kepentingan pribadi, tidak menjadi manusia berusaha memuaskan ego dan nafsu pribadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dengan berusaha meninggalkan ego pribadi yang berlebihan, maka akan terbuka kesempatan untuk memikirkan kepentingan orang lain, peduli terhadap lingkungan dan tidak menjadi manusia serakah yang hanya mementingkan diri sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Berorientasi Memikirkan Orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berusaha mengubah pusat hidup kita yang dulunya hanya memikirkan diri sendiri menjadi banyak memikirkan orang lain. Manusia yang hidupnya hanya memikirkan dirinya sendiri, hidupnya kecil dan matinya kecil. Namanya kecil dan ketika mati akan ditelan sejarah begitu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebaliknya, manusia yang hidupnya banyak memikirkan orang lain, maka hidupnya besar dan matinya besar. Namanya besar dan meskipun mungkin ia sudah meninggal, namanya tidak pernah mati di hati orang lain sepanjang masa. Banyak contoh mengenai orang-orang besar seperti ini, Mahadma Gandhi, Bunda Therea, Imam Al-Gazali, Budha Gautama, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. Mengikuti Aturan Hukum Alam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mengikuti aturan-aturan hukum alam seperti artinya berusaha menjalani hidup sejati baru mengharapkan konsekuensi logis dari hasil hidup sejati. Sederhanya begini, kalau ingin menjadi orang baik maka berbuatlah bagi kepada orang lain, kalau ingin orang lain menghargai Anda maka berusahalah menghargai orang lain, kalau ingin sukses berusahalah mensukseskan orang lain, kalau ingin menjadi manusia yang berarti berusahalah memberikan arti bagi orang lain, kalau ingin menjadi orang mulia berusahalah memuliakan orang lain. Jangan sampai memurtarbalikkannya , artinya akan melawan hukum alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi intinya adalah berdamai dengan hukum alam dan aturan kehidupan dunia ini.  Dengan berdamai dan merangkul kehidupan dunia ini, akan lebih memudahkan hidup kita, memberikan banyak manfaat bagi kehidupan orang lain, membahagiakan kehidupan orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada akhirnya kalau kita ingin meningkatkan nilai kualitas kehidupan kita, maka berusahalah meningkatkan energi positif yang memancar dari dalam diri kita untuk kehidupan ini. Dengan banyak memancarkan energi positif berupa sikap hidup, tindakan dan pekerjaan positif, diharapkan akan lebih membahagiakan diri kita sendiri baik lahiriah maupun batiniah. Energi ini akan mendekatkan kita pada kesuksesan dan kemuliaan hidup. Kekhawatiran akan kesulitan rejeki dan ketakutan tentang masa depan akan hilang pada saat hidup lebih banyak kita gunakan untuk melepaskan energi positif dengan membantu kepentingan orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-3910555643044607428?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/3910555643044607428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=3910555643044607428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3910555643044607428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3910555643044607428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/energi-positif-sukses-mulia.html' title='Energi Positif Sukses Mulia'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-5127676966271714733</id><published>2007-06-29T01:13:00.000-07:00</published><updated>2007-06-29T01:15:50.312-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang sholihat dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian. Tak lama sesudah habis masa iddahnya bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?" Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?". Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu". Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral Story:&lt;br /&gt;Di dunia ini tidak ada yang abadi, dunia bagaikan roda berputar , ada kalanya di atas ada kalanya juga di bawah jadi kalau lagi di atas jangan sombong dan takabur, memandang rendah orang lain yang nasibnya tidak beruntung karena bisa saja nasib berubah dan kita yang dulunya berpunya dan berkuasa kini harus merangkak di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang sedang di bawah pun harus tetap semangat, jangan cuma mengeluh pasrah karena Tuhan tidak akan merubah keadaan umatNya jika mereka tidak mau berusaha dan hanya bermalas-malasan saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-5127676966271714733?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/5127676966271714733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=5127676966271714733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5127676966271714733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5127676966271714733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/pelajaran-hidup.html' title='Pelajaran Hidup'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-3938416575003135402</id><published>2007-06-29T01:07:00.000-07:00</published><updated>2007-06-29T01:11:27.719-07:00</updated><title type='text'>Berani Tampil Beda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masa muda adalah masa yang penuh dengan gejolak dan emosi. Masa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; pencarian jati diri, ingin diakui dan perasaan menggebu ingin mencoba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sesuatu yang baru. Namun sebenarnya di masa inilah karakter dan masa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; depan seseorang dibentuk. Aktualisasi diri di masa ini membuat kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sadar akan tujuan hidup kita. Banyak yang menemukan tujuan hidupnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; banyak juga yang hidup hanya sekedar melalui hari demi hari tanpa arah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang pasti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Masa muda yang sukses adalah masa muda yang di manfaatkan untuk mencari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ilmu dan pengalaman positif sebanyak mungkin. Namun, kebanyakan pemuda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menganggap masa ini adalah masa yang indah untuk mendekati lawan jenis,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; untuk hura-hura, every day dugem, dan lain-lain. Hal itu sangat umum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; terjadi di mana saja, baik di kota maupun di desa. Apalagi di jaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sekarang, yang mana nilai-nilai moral sudah mulai bergeser dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ditinggalkan. Banyak dari mereka terpengaruh mode, trend, dan suguhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; media televisi yang sering tidak mendidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Saya prihatin dengan pergaulan bebas muda-mudi sekarang. Sepertinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; bangsa yang dulu terkenal berbudi luhur dan religius, kini harus mulai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; menata kembali pendidikannya. Segala yang glamour dan wahh jadi idola,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; maksiat jadi kebanggaan, popularitas dikejar-kejar, pergaulan bebas ala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; binatang merajalela, bahkan mulai meracuni para pelajar. Sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; prestasi yang positif jarang dipublikasikan, seperti jadi barang kuno&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Mau ke mana ya kaki ini melangkah? Ke tempat A, acaranya cuma hura-hura;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; ke tempat B pesta miras dan narkoba... Dengan si A, sukanya nongkrong;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan si B, makan ati, pacaran melulu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Kenapa bingung sahabat...? Kenapa kita harus sama dengan mereka?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bukankah kita mempunyai impian sukses sendiri. Mereka tak akan membantu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mewujudkan impian sukses kita. Jadi, beranikah Anda untuk tampil lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dari yang lain, demi mengejar impian kita. Beranikah Anda tampil beda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Sibukkan diri kita menuntut ilmu, sementara teman-teman nongkrong di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mall atau tempat hiburan lainnya. Sibukkan diri kita untuk belajar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; bisnis, sementara yang lain pergi ke pesta atau diskotik. Teman-teman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; sibuk pacaran, sibukkan diri kita mengikuti seminar investasi atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; seminar MLM (teutama Tianshi). Biasakan kita rajin berolah raga, sementara kebanyakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; orang malas-malasan. Jadikan diri kita taat beribadah, sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kebanyakan orang ingat Tuhan hanya kalau lagi susah. Pendek kata, kalau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kegiatan itu positif, kenapa tidak kita lakukan, walau kebanyakan orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; enggan melakukan. Walau awalnya sendirian, pasti nanti kita akan bertemu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Kalau tidak ingin menjadi orang rata-rata, maka beranikan diri tampil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; beda, melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, melakukan pekerjaan menantang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang banyak dijauhi orang. Membuka lapangan kerja contohnya, atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; berwiraswasta. Dari pada pusing cari kerja, sementara unemployment di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; mana-mana, lapangan kerja sangat terbatas. Beranikah kita tampil beda,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan menjadi solusi bagi mereka, atau minimal bagi diri sendiri...?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Bagi yang sudah bekerja di bidang apa saja, beranikah Anda tampil beda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dengan melakukan tugas sebaik-baiknya? Menjadi yang terbaik di bidang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Anda...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Sukses menantang keberanian dan kerja keras kita, beranikah kita tampil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; beda, dengan menjemputnya di barisan paling depan. Dalam pendidikan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; karier, bisnis, sosial-politik, dan semua aspek kehidupan; beranikah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; kita tampil beda, menjadi di atas rata-rata? Mengutip ceramah Dato' Dr.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; H. Mohd Fadzilah Kamsah dari Malaysia, "Orang cemerlang suka lakukan apa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; yang orang gagal tak suka lakukan...!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-3938416575003135402?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/3938416575003135402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=3938416575003135402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3938416575003135402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3938416575003135402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/berani-tampil-beda.html' title='Berani Tampil Beda'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8493202615933291101</id><published>2007-06-29T00:53:00.001-07:00</published><updated>2007-06-29T00:53:45.926-07:00</updated><title type='text'>4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita  untuk tumbuh" (John Gray)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8493202615933291101?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8493202615933291101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8493202615933291101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8493202615933291101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8493202615933291101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup.html' title='4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-6395506660622903804</id><published>2007-06-29T00:43:00.000-07:00</published><updated>2007-06-29T00:53:03.329-07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Kita Sombongkan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan dan ngapain juga sombong ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-6395506660622903804?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/6395506660622903804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=6395506660622903804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6395506660622903804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6395506660622903804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='Apa Yang Kita Sombongkan?'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-5459593565185668764</id><published>2007-06-27T01:33:00.000-07:00</published><updated>2007-06-27T01:39:46.081-07:00</updated><title type='text'>Mengapa hanya sedikit orang yang sukses ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Siapa yang tidak ingin sukses ? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan membicarakannya, tetapi tidak menjalankannya. Itu yang sangat disayangkan. Mengapa ?&lt;br /&gt;Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukanlah hasil keberuntungan, bukan juga sesuatu yang Anda peroleh di waktu- waktu keajaiban di dalam hidup anda. Sukses bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang lebih baik atau lebih buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang perlu dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggapnya sebagai jabatan untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses perjalanan untuk dilalui.&lt;br /&gt;Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk  mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada di perjalanan Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya adalah "MENGAPA SEDIKIT ORANG YANG SUKSES SECARA FINANSIAL ?" Karena pada saat ada peluang emas, 97% orang akan :&lt;br /&gt;- Pikir -pikir dulu&lt;br /&gt;- Takut / ragu-ragu&lt;br /&gt;- Belum mau sekarang&lt;br /&gt;- Uangnya ditabung saja&lt;br /&gt;- Tidak percaya&lt;br /&gt;- Tidak punya waktu&lt;br /&gt;- Menunggu politik dan ekonomi stabil&lt;br /&gt;- Tidak punya uang&lt;br /&gt;- Tunggu orang lain sukses lebih dulu, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sisanya, 3% orang akan :&lt;br /&gt;- Cepat mempelajari peluang tersebut&lt;br /&gt;- Cepat menjalankan dengan semangat dan sepenuh hati setiap saat Sehingga pada akhirnya nanti hasilnya adalah 97% orang yang tadi itu akan menyusul bergabung kemudian, akhirnya HANYA TERSISA 3% YANG DAPAT DINIKMATI..... Sedangkan orang yang 3% tadi akan menikmati 97% dari hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang pilihan ada pada Anda apakah Anda akan menjadi orang yang 97% atau yang 3% ? Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda untuk mencapai kesuksesan finansial.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-5459593565185668764?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/5459593565185668764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=5459593565185668764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5459593565185668764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5459593565185668764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/mengapa-hanya-sedikit-orang-yang-sukses.html' title='Mengapa hanya sedikit orang yang sukses ?'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-5841233655333701428</id><published>2007-06-20T02:19:00.001-07:00</published><updated>2007-06-20T02:34:01.162-07:00</updated><title type='text'>Jangan Menyerah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pernah mendengar sukses atau tidak itu adalah pilihan? Ya tentu saja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pernah, kata-kata ini memang sangat mudah diucapkan, tapi banyak sekali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang tidak mengindahkan kata- kata ini. Kenapa hal ini sangat susah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk dijadikan pondasi berpikir kita, hal ini selalu saja dilawankan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan yang namanya luck, itu tidak disangkal even di salah satu buku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang saya baca "Good to Great" semua pemimpin-pemimpin dunia yang masuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ke dalam level 5 yaitu "good to great leader" sering merendahkan diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan berkata : "bahwa saya sukses karena angin selalu mendorong saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk maju dan menjadi lebih baik". Tidak ada salah satu dari kita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sanggup menyangkal pendapat ini, tapi buat apa kita memikirkan nasib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang memang kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Oleh karena itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; marilah kita berbuat yang bisa kita lakukan dan jangan pernah menyerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk merubah keadaan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pernah suatu ketika saya ngobrol dengan salah satu mahasiswa pasca&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sarjana di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Sebuah cerita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sangat menarik yang saya harap dapat menjadi pembelajaran. Dalam cerita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ini menunjukkan bahwa keunggulan hati dapat menghancurkan tebing yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mungkin yang secara logika tidak akan mungkin di lewatkan. Andi seorang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teman yang saya ajak berdiskusi selalu berusaha untuk berpikir positif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; terhadap apa yang dihadapinya, sampai pada suatu waktu di mana dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menghadapi satu kondisi harus menyelesaikan studinya yang telah di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; jalaninya selama dua setengah tahun di pasca sarjana tersebut dan bila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ini tidak terselesaikan maka sia-sialah apa yang telah dia lakukan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; meraih gelas pasca sarjananya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sudah lama Andi merintis thesis yang dia buat ini kurang lebih sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; memakan waktu lima bulanan. Namun apa yang terjadi pekerjaan Andi selama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; lima bulan tersebut hancur dalam waktu satu hari, dimana sang dosen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pembimbing mengatakan bahwa ada kesalahan metode pembahasan masalah, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan gampangnya sang dosen berkata bahwa semua yang telah dilakukannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; harus dirubah, lebih gawatnya pembatalan itu terjadi dua minggu sebelum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; batas akhir pengumpulan thesis. Kejadian ini menghantarkan Andi pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; suatu keadaan yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya, dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; harus merubah semua thesisnya karena adanya kesalahan pemahaman antara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Andi dan dosennya, hal ini mungkin yang sering kita sebut sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; takdir. Keadaan ini membuat dia sangat shock terhadap apa yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan dirinya lalu dia bercerita bahwa sekarang dia sangat tergoda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk menyerah dan membiarkan thesisnya untuk terbengkalai dan mengakui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bahwa dia telah gagal untuk menyelesaikan studinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Namun kegalauan ini tidak berlalu lama keesokan harinya di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pada saat merenungi nasibnya Andi memotivasi dirinya sendiri dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teringat dengan dua pepatah yang merebounds dia dari kehancuran yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bahwa "kesuksesan itu adalah pilihan" dan "masalah itu ada tapi bukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; itu yang penting, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; masalah", what a good statement he had, dengan bermodalkan dua statement&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; itu Andi berusaha bangkit untuk membangun kembali pundi pundi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pendidikannya yang sedang hancur, and then apa yang terjadi untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; membangun kembali ini Andi di sela-sela kegiatannya sebagai pegawai dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; usaha sampingan yang juga sedang dia rintis, harus merelakan waktunya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk dalam dua minggu menyelesaikan thesis yang sudah harus di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kumpulkan, and then dia berkata: "only god and me that can solve the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; problem".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lalu dia pun mulai usahanya untuk membaca dan melihat hal apa yang bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia jadikan sebagai bahan thesisnya, sudah hampir setengah dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; perpustakaan dan thesis-thesis telah dibacanya namun tidak ada satupun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ide yang bisa dia dapat, and time goes by satu minggu telah berlalu dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia belum menghasilkan satu lembarpun tulisan yang akan menghiasi thesis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang akan dia ajukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Keesokan harinya dia kembali berangkat kekampus untuk kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menjelajahi thesis thesis seniornya yang mungkin masih bisa dijadikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; referensi Namun seperti hari hari sebelumnya dia tidak berhasil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mendapatkan materi yang menarik, namun ditengah kelelahan dan tekanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang sebegitu luar biasanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Rupanya Tuhan memberikan sedikit semangat yang kadang hanya kita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bisa menafsirkannya entah petunjuk itu untuk dijadikan semangat baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; atau sebaliknya malah menjadi boomerang buat kita. Apa yang terjadi Andi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ditegur oleh salah satu teman kuliahnya yang sedang mengumpulkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; thesisnya, setelah dia berkeluh kesah sang teman kemudian memberikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; advice Andi untuk berbicara dengan temannya yang memiliki banyak materi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan sangat baik hati untuk membantu. What a good help yang dia dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; hari itu namun bukan hanya hal baik itu saja yang terjadi pada Andi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pada saat yang bersamaan pada waktu makan siang dia mendapatkan juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; satu pukulan dari temannya yang kebetulan sudah lulus, mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menertawakan kegilaan Andi yang ingin mengelarkan dalam satu minggu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pendapat tinggal pendapat malah apa yang didapat oleh kedua temannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tadi menjadikannya jauh lebih kuat dan semakin bersyukur bahwa dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sedang dipacu. Apa yang terjadi dia mengikuti pendapat temannya itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk menemui teman yang banyak memiliki artikel menarik. Dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pertemuan itu Andi dan sang teman berdiskusi tentang apa yang hendak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mereka buat, sampai pada suatu titik sang teman berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; "Ya sudah saya bimbing kamu untuk menyelesaikan thesis ini, tapi saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; butuh kamu harus siap bekerja 24 jam untuk mengejar dead line kamu",&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; lalu si Andi berkata kalau memang waktu disiapkan 36 jam maka dia akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menghabiskan seluruh waktu dia untuk mengejar targetnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Minggu yang sangat berat itu pun dimulai Andi, di mana dia harus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; melakukan cuti mendadak di kantornya dan full selama satu minggu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mengerjaka thesisnya, ini bukannya hal yang mudah dalam pengerjaanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; banyak sekali hal yang membuat Andi tertekan dan depresi untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menyelesaikannya. Beberapa kendala Andi untuk menyelesaikan ini adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia belum menguasai sekali data yang saya miliki dan belum mengerti cara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mengolahnya ditambah dengan seperti di kejar kejar waktu satu hal yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; paling membuat dia bermasalah dengan hal ini adalah ketidaksabaran sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teman menghadapi dia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hal ini membuat dia depresi, dalam masa satu minggu itu kelambatan dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk memahami pembuatan thesis itu membuat dia beberapa kali mendapati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dirinya di bodoh-bodohin oleh teman dia, dan menyatakan bahwa : "Udah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kamu nggak usah dateng lagi kemari kalau masih goblok...... .." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pada saat mendengar itu dunia seakan runtuh di depan Andi, dan dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berkata bahwa dia harus menyelesaikan dan berjuang untuk sukses yang dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; inginkan. Hinaan tadi dijadikan Andi sebagai tantangan dirinya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; semakin besar untuk tetap berusaha menyelesaikan thesisnya tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hari demi hari dilalui Andi dari kampusnya di Depok, rumah temannya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; di Ciputat dan rumah sang dosen di Kelapa Gading menjadi lahapannya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; namun berkat kerja keras dan mental bajanya akhirnya tepat dua jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sebelum penutupan penerimaan Andi akhirnya dapat menyelesaikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; thesisnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; What a lovely story bukan? Banyak dari kita terlalu cepat menyerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan keadaan yang menimpa kita dan kembali dengan satu kata kambing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; hitam nasib, kalau saja si Andi dari cerita di atas menyerah dan pasrah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pada keadaannya, maka akan lain kejadiannya sekarang. Dia tidak akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tegak membicarakn keberhasilannya yang telah dia capai. Ingat! bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kita tidak pernah tahu rencana Tuhan terhadap kita maka janganlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berburuk sangka terhadap Tuhan, orang lain terlebih kepada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Tetaplah menjadi orang-orang yang semangat dan berjuang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan dan biar Tuhan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menggerakkan tangan-tangan ajaibnya kepada anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Jangan pernah kita mengalah kepada keadaan yang ada dan menimpa kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Teruslah membangun hati yang kuat dan berpikir positif. Selama kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berpikir positif dengan keadaan kita maka sekeliling kita akan merespon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kita dengan positif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-5841233655333701428?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/5841233655333701428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=5841233655333701428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5841233655333701428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/5841233655333701428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/jangan-menyerah.html' title='Jangan Menyerah'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8986864626935408431</id><published>2007-06-20T02:19:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T02:31:39.208-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pernah mendengar sukses atau tidak itu adalah pilihan? Ya tentu saja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pernah, kata-kata ini memang sangat mudah diucapkan, tapi banyak sekali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang tidak mengindahkan kata- kata ini. Kenapa hal ini sangat susah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk dijadikan pondasi berpikir kita, hal ini selalu saja dilawankan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan yang namanya luck, itu tidak disangkal even di salah satu buku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang saya baca "Good to Great" semua pemimpin-pemimpin dunia yang masuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ke dalam level 5 yaitu "good to great leader" sering merendahkan diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan berkata : "bahwa saya sukses karena angin selalu mendorong saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk maju dan menjadi lebih baik". Tidak ada salah satu dari kita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sanggup menyangkal pendapat ini, tapi buat apa kita memikirkan nasib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang memang kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Oleh karena itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; marilah kita berbuat yang bisa kita lakukan dan jangan pernah menyerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk merubah keadaan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pernah suatu ketika saya ngobrol dengan salah satu mahasiswa pasca&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sarjana di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Sebuah cerita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sangat menarik yang saya harap dapat menjadi pembelajaran. Dalam cerita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ini menunjukkan bahwa keunggulan hati dapat menghancurkan tebing yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mungkin yang secara logika tidak akan mungkin di lewatkan. Andi seorang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teman yang saya ajak berdiskusi selalu berusaha untuk berpikir positif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; terhadap apa yang dihadapinya, sampai pada suatu waktu di mana dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menghadapi satu kondisi harus menyelesaikan studinya yang telah di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; jalaninya selama dua setengah tahun di pasca sarjana tersebut dan bila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ini tidak terselesaikan maka sia-sialah apa yang telah dia lakukan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; meraih gelas pasca sarjananya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sudah lama Andi merintis thesis yang dia buat ini kurang lebih sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; memakan waktu lima bulanan. Namun apa yang terjadi pekerjaan Andi selama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; lima bulan tersebut hancur dalam waktu satu hari, dimana sang dosen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pembimbing mengatakan bahwa ada kesalahan metode pembahasan masalah, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan gampangnya sang dosen berkata bahwa semua yang telah dilakukannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; harus dirubah, lebih gawatnya pembatalan itu terjadi dua minggu sebelum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; batas akhir pengumpulan thesis. Kejadian ini menghantarkan Andi pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; suatu keadaan yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya, dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; harus merubah semua thesisnya karena adanya kesalahan pemahaman antara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Andi dan dosennya, hal ini mungkin yang sering kita sebut sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; takdir. Keadaan ini membuat dia sangat shock terhadap apa yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan dirinya lalu dia bercerita bahwa sekarang dia sangat tergoda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk menyerah dan membiarkan thesisnya untuk terbengkalai dan mengakui&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bahwa dia telah gagal untuk menyelesaikan studinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Namun kegalauan ini tidak berlalu lama keesokan harinya di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pada saat merenungi nasibnya Andi memotivasi dirinya sendiri dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teringat dengan dua pepatah yang merebounds dia dari kehancuran yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bahwa "kesuksesan itu adalah pilihan" dan "masalah itu ada tapi bukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; itu yang penting, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; masalah", what a good statement he had, dengan bermodalkan dua statement&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; itu Andi berusaha bangkit untuk membangun kembali pundi pundi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pendidikannya yang sedang hancur, and then apa yang terjadi untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; membangun kembali ini Andi di sela-sela kegiatannya sebagai pegawai dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; usaha sampingan yang juga sedang dia rintis, harus merelakan waktunya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk dalam dua minggu menyelesaikan thesis yang sudah harus di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kumpulkan, and then dia berkata: "only god and me that can solve the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; problem".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lalu dia pun mulai usahanya untuk membaca dan melihat hal apa yang bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia jadikan sebagai bahan thesisnya, sudah hampir setengah dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; perpustakaan dan thesis-thesis telah dibacanya namun tidak ada satupun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ide yang bisa dia dapat, and time goes by satu minggu telah berlalu dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia belum menghasilkan satu lembarpun tulisan yang akan menghiasi thesis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang akan dia ajukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Keesokan harinya dia kembali berangkat kekampus untuk kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menjelajahi thesis thesis seniornya yang mungkin masih bisa dijadikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; referensi Namun seperti hari hari sebelumnya dia tidak berhasil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mendapatkan materi yang menarik, namun ditengah kelelahan dan tekanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang sebegitu luar biasanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Rupanya Tuhan memberikan sedikit semangat yang kadang hanya kita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bisa menafsirkannya entah petunjuk itu untuk dijadikan semangat baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; atau sebaliknya malah menjadi boomerang buat kita. Apa yang terjadi Andi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ditegur oleh salah satu teman kuliahnya yang sedang mengumpulkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; thesisnya, setelah dia berkeluh kesah sang teman kemudian memberikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; advice Andi untuk berbicara dengan temannya yang memiliki banyak materi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan sangat baik hati untuk membantu. What a good help yang dia dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; hari itu namun bukan hanya hal baik itu saja yang terjadi pada Andi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pada saat yang bersamaan pada waktu makan siang dia mendapatkan juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; satu pukulan dari temannya yang kebetulan sudah lulus, mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menertawakan kegilaan Andi yang ingin mengelarkan dalam satu minggu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pendapat tinggal pendapat malah apa yang didapat oleh kedua temannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tadi menjadikannya jauh lebih kuat dan semakin bersyukur bahwa dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sedang dipacu. Apa yang terjadi dia mengikuti pendapat temannya itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk menemui teman yang banyak memiliki artikel menarik. Dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pertemuan itu Andi dan sang teman berdiskusi tentang apa yang hendak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mereka buat, sampai pada suatu titik sang teman berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; "Ya sudah saya bimbing kamu untuk menyelesaikan thesis ini, tapi saya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; butuh kamu harus siap bekerja 24 jam untuk mengejar dead line kamu",&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; lalu si Andi berkata kalau memang waktu disiapkan 36 jam maka dia akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menghabiskan seluruh waktu dia untuk mengejar targetnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Minggu yang sangat berat itu pun dimulai Andi, di mana dia harus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; melakukan cuti mendadak di kantornya dan full selama satu minggu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mengerjaka thesisnya, ini bukannya hal yang mudah dalam pengerjaanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; banyak sekali hal yang membuat Andi tertekan dan depresi untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menyelesaikannya. Beberapa kendala Andi untuk menyelesaikan ini adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dia belum menguasai sekali data yang saya miliki dan belum mengerti cara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; mengolahnya ditambah dengan seperti di kejar kejar waktu satu hal yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; paling membuat dia bermasalah dengan hal ini adalah ketidaksabaran sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; teman menghadapi dia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hal ini membuat dia depresi, dalam masa satu minggu itu kelambatan dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; untuk memahami pembuatan thesis itu membuat dia beberapa kali mendapati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dirinya di bodoh-bodohin oleh teman dia, dan menyatakan bahwa : "Udah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kamu nggak usah dateng lagi kemari kalau masih goblok...... .." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pada saat mendengar itu dunia seakan runtuh di depan Andi, dan dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berkata bahwa dia harus menyelesaikan dan berjuang untuk sukses yang dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; inginkan. Hinaan tadi dijadikan Andi sebagai tantangan dirinya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; semakin besar untuk tetap berusaha menyelesaikan thesisnya tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hari demi hari dilalui Andi dari kampusnya di Depok, rumah temannya yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; di Ciputat dan rumah sang dosen di Kelapa Gading menjadi lahapannya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; namun berkat kerja keras dan mental bajanya akhirnya tepat dua jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sebelum penutupan penerimaan Andi akhirnya dapat menyelesaikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; thesisnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; What a lovely story bukan? Banyak dari kita terlalu cepat menyerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan keadaan yang menimpa kita dan kembali dengan satu kata kambing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; hitam nasib, kalau saja si Andi dari cerita di atas menyerah dan pasrah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pada keadaannya, maka akan lain kejadiannya sekarang. Dia tidak akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tegak membicarakn keberhasilannya yang telah dia capai. Ingat! bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kita tidak pernah tahu rencana Tuhan terhadap kita maka janganlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berburuk sangka terhadap Tuhan, orang lain terlebih kepada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Tetaplah menjadi orang-orang yang semangat dan berjuang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan dan biar Tuhan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menggerakkan tangan-tangan ajaibnya kepada anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Jangan pernah kita mengalah kepada keadaan yang ada dan menimpa kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Teruslah membangun hati yang kuat dan berpikir positif. Selama kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berpikir positif dengan keadaan kita maka sekeliling kita akan merespon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; kita dengan positif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8986864626935408431?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8986864626935408431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8986864626935408431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8986864626935408431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8986864626935408431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/pernah-mendengar-sukses-atau-tidak-itu.html' title=''/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-926743166639075915</id><published>2007-06-05T23:18:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T23:21:19.799-07:00</updated><title type='text'>Kisah si Penebang pohon</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "&lt;strong&gt;Kapan terakhir kamu mengasah kapak?&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga". Kata si penebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, &lt;strong&gt;sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Istirahat bukan berarti  berhenti&lt;/strong&gt; ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetapi untuk menempuh  perjalanan yang lebih jauh lagi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru ! &lt;/span&gt;                                 &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salam sukses  luar biasa! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Andrie Wongso&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-926743166639075915?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/926743166639075915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=926743166639075915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/926743166639075915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/926743166639075915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/kisah-si-penebang-pohon.html' title='Kisah si Penebang pohon'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-3720737418851556650</id><published>2007-06-05T02:14:00.001-07:00</published><updated>2007-06-05T04:07:12.038-07:00</updated><title type='text'>Think Like A Child</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sasha, anak saya yang pertama, punya sebuah “buku impian” yang ditulis diam2 di kamarnya. Kemarin, saya memperoleh privilege untuk membaca buku impian nya. Dan saya cukup kaget dengan apa yang ditulis anak saya. Isinya dahsyat. Mulai dari nama SMP favorit (dengan tulisan besar2 dibawahnya: Diterima!), nilai yang ingin dicapai lulus SD nanti, dengan siapa dia ingin menikah (ya, padahal dia baru 11 tahun), keinginan punya pesawat terbang sendiri, rumah di Hollywood  dan Itali, bahkan dicantumkan juga punya uang sebesar $ 96 trilyun. Ya, dia menulis dalam dollar dan nol dua belas. Bapak nya saja tidak berani bermimpi se-dahsyat itu. Hampir saja saya nyletuk: “Emang kamu siapa? Paris Hilton?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya jadi teringat cerita ikon internet marketing Indonesia , Anne Ahira, sewaktu mengikuti seminar internet marketingnya beberapa waktu lalu. Ahira kecil juga adalah pengkhayal yang hebat. Saking ingin nya keliling dunia, ia pernah menempelkan foto diri nya di kalender yang berisi gambar2 kota dunia. Jadi waktu kecil Ahira sudah punya “foto” dirinya didepan obyek wisata dunia, seperti misalnya di depan Golden Gate , Menara Eiffel, dsb. Gambar-gambar tadi di fotocopy dan ditempel di dinding. Ahira kecil ngotot, sekalipun Ibu nya mencoba meyakinkan bahwa keliling dunia hanyalah mimpi bagi anak seorang buruh pabrik dan penjual gado-gado.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan belakangan, Ahira dan Ibu nya menangis terharu setelah melihat foto Ahira yang dimuat di Kompas yang menggambarkan dia sedang di depan  Golden Gate . Pose nya sama persis dengan foto khayalan Ahira sewaktu kecil. Luar biasa. Thoughts become Things.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pikiran anak-anak memang sangat jernih. Saya yakin sewaktu kecil kita semua berani bermimpi dengan segala kepolosan kita. Tanpa ada ketakutan-ketakutan apakah mimpi kita akan menjadi nyata atau tidak. Barangkali konsep-konsep seperti: berpikir positif, law of attractions, dsb. sebenarnya sudah diinstall oleh Tuhan di otak kita semua sejak kita lahir. Hanya lambat laun pikiran jernih tadi hilang. Hingga saat kita dewasa, seringkali sangat sulit untuk diinstall ulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak berpikir dengan cara yang berbeda dengan kita. Ada sebuah cerita, seorang konsultan yang sedang membantu memecahkan masalah di sebuah perusahaan yang sudah listed di bursa suatu ketika ikut menghadiri manajemen meeting untuk memecahkan suatu masalah. Sang konsultan membuat sebuah titik di papan tulis. Dan bertanya:“gambar apa ini?“. Seluruh anggota manajemen kompak dengan jawaban:“sebuah titik hitam di papan tulis putih“. Sang konsultan tiga kali mengulang pertanyaan yang sama, dan mendapat jawaban yang sama. Sang konsultan pun geleng-geleng kepala.“Kemarin saya menanyakan pertanyaan yang sama di sebuat TK, dan mendapat 50 jawaban yg berbeda...“ Ya, bagi anak-anak, titik hitam tadi dapat menjadi mata seekor burung, bola semut, lalat nemplok, dsb. Kreatifitas para pemimpin puncak perusahaan tadi kalah jauh dengan anak TK. Padahal kreatifitas sangat diperlukan dalam memecahkan masalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak heran jika Picasso sampai pernah berkata: "Every child is an artist. The challenge is to remain an artist after you grow up". Ya, pelan-pelan kita berubah menjadi orang dewasa dengan meniadakan kehebatan cara berpikir anak-anak yang super kreatif itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut pengamatan saya, anak-anak ternyata selalu menerapkan 3B yang seringkali sudah kita lupakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdanaw;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berimajinasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak adalah gudang nya imajinasi. Hari ini mereka bisa menjadi guru, besok menjadi perawat, besok lagi menjadi pembalap, dsb. Hari ini bisa perang-perangan di tengah hutan, besok bisa di dalam pesawat angkasa. Imajinasi ternyata sangat penting dalam dunia pemasaran. Saya teringat cerita salah seorang teman saya yang pekerjaannya seorang marketer. Sebelum merumuskan strategi marketing. Bahkan jauh pada saat produk baru sedang di rumuskan, tim mereka berimajinasi. Misalnya dengan membayangkan bahwa produk tadi adalah sesosok manusia. Berapa umurnya, apa hobby nya, pekerjaanya, kemana kalau “hang-out”, minumnya apa, makanya apa, dst. Ini yang kemudian menjadi bahan untuk mengembangkan materi-materi iklan. Karena sudah memiliki imajinasi tentang “karakter“ produk tadi, maka penyusunan program marketing menjadi lebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Buat anak-anak, tidak ada yang tidak mungkin. Imajinasi mereka spontan dan tidak terlalu memikirkan “the how” nya. Karena bagi anak-anak semuanya mungkin terjadi. Justru orang dewasa yang sering “menyabotase” pikiran jernih mereka dengan kata2: “ah, mana mungkin”.Bayangkan kalau cara berimajinasi anak-anak ini kita terapkan dalam menetapkan visi kita kedepan. Kita tidak akan diganggu dengan pikiran-pikiran negatif “ah mana mungkin” tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi anak-anak semuanya hanyalah permainan. Dengan demikian tidak ada “masalah” bagi anak-anak. Semua hal bisa dilihat dari sisi yang menyenangkan. Lihat saja, sewaktu bencana banjir di Jakarta yang baru lalu, anak-anak yang justru ceria bermain di tengah banjir. Anak-anak lebih pandai melihat sisi menyenangkan dari setiap “persoalan”. Coba kalau ini kita terapkan dalam keseharian. Betapa “persoalan” akan lebih mudah kita hadapi. Semua menjadi permainan yang menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya dulu punya teman yang hampir putus asa karena punya banyak hutang. Saya juga sudah bingung mau ngomong apa. Ketika saya ucapkan kata-kata:” its just a game man …”, ternyata dia langsung bangkit kembali. Dia mendapat inspirasi bahwa bisnis yg dia jalani toh hanyalah permainan. Bahwa skor nya saat ini minus, hanyalah skor, dan mulai sekarang dia bisa bermain lebih bagus untuk mendapay skor yang lebih besar. Its just a game. And its fun!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa bilang anak-anak malas belajar. Justru mereka belajar setiap waktu. Saya pernah baca berita suatu penelitian di MIT yang menyimpulkan bahwa cara belajar anak2 itu seperti para scientist. Mereka sangat tertarik hubungan kausalitas. Bagaimana kalau saya melakukan ini, apa reaksi nya. Ini adalah dasar eksperimen. Dan banyak eksperimen yang mereka lakukan. Bagaimana kalau mobil-mobilan ini ban nya dicopot? Bagaimana kalau rambut boneka Barbie ini dipotong, dsb. Rasa ingin tahu yang besar ini, sebenarnya bisa menjadi pendorong kesuksesan yang luar biasa jika kita pertahankan hingga dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak belajar secara alamiah untuk menjadi lebih baik. Seorang bayi yang belajar berjalan, setiap kali jatuh akan bangkit kembali. Berapa kali seorang anak terjatuh dari sepeda? Apakah dia akan berhenti dan meratap. Tidak, dia akan tertawa, bangkit lagi, dan bersepeda lebih baik. Ini adalah proses belajar yang luar biasa. Berani mencoba, berani jatuh dan berani mengevaluasi diri, ini yang sayangnya sering hilang pada saat kita menjadi manusia dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi, kalau Anda sekarang adalah anak-anak, Anda mau menjadi siapa? Menjadi Spiderman? Batman? Donald Trump? Atau mau jadi Paris Hilton? Selamat berimajinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-3720737418851556650?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/3720737418851556650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=3720737418851556650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3720737418851556650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/3720737418851556650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/think-like-child.html' title='Think Like A Child'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-392320504165217092</id><published>2007-06-05T02:06:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T03:59:43.087-07:00</updated><title type='text'>Makna Dibalik Suatu Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sebuah desa terpencil, hidup seorang pemuda yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi. Si pemuda tersebut tinggal bersama dengan ayahnya yang adalah seorang buruh tani harian dan dua orang adik perempuan yang masih kecil. Ibunya telah lama meninggal sejak melahirkan adik bungsunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kehidupan keluarga pemuda itu sangat sederhana dan penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari mereka berempat. Melihat kondisi perekonomian keluarganya yang serba berkekurangan, si pemuda tersebut bertekad ingin mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Dia berencana ingin sekolah sambil bekerja dikota besar, menuntut ilmu setinggi tingginya sehingga dia dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya di desa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka diputuskannya pada suatu hari, dengan berbekal sekedarnya, si pemuda pamit kepada ayahnya untuk pergi ke kota . " Ayah, doakan saya agar berhasil kelak di kota , saya tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kita sekarang ini dengan tetap tinggal di desa, saya harus merubah nasib saya dan juga keluarga kita ini?!", ujar pemuda pada ayahnya. Walaupun dengan sangat berat hati, ayah si pemuda tersebut akhirnya merestui kepergian si pemuda tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesampainya dikota, si pemuda berkenalan dengan seorang anak tabib terkenal dikota tersebut. Dari perkenalan tersebut si pemuda menceritakan perihalnya ke kota serta keinginannya untuk mencari kerja di kota . Mendengar cerita si pemuda timbul rasa iba anak tabib tersebut, maka akhirnya si pemuda itu diajaknya bekerja di toko obat ayahnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si pemuda begitu rajin bekerja dan mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal belajar. Hal ini membuat si tabib menjadi sayang dan perhatian kepada si pemuda. Diajarkannya beberapa ilmu pengobatan sederhana hingga cara meracik obat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa telah 8 tahun si pemuda telah meninggalkan desa tercintanya. Berkat semangat juang yang sangat tinggi dan tidak mengenal putus asa serta dilandasi tujuan yang sangat jelas, akhirnya si pemuda tersebut menjadi seorang tabib yang sangat hebat, keahliannya dalam mengdiagnosa penyakit serta meracik obat terkenal sangat manjur. Berbagai kalangan masyarakat telah diobatinya, dari masyarakat miskin hingga pejabat di kota  tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun si pemuda tersebut tidak melupakan keluarganya di desa. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang kepada ayahnya, sehingga adik adiknya dapat bersekolah di desa, dan kehidupan keluarganya di desa berkecukupan. Melihat keahlian dan bakti si pemuda pada keluarganya, membuat semakin bangga si tabib pada muridnya itu. Dia berminat ingin mewariskan segala ilmunya kepada si pemuda itu, dengan harapan si pemuda tersebut suatu hari kelak dapat menjadi orang yang ahli mengobati semua penyakit dan melayani semua kalangan masyarakat tanpa memandang derajat seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si pemuda tersebut tetap terus mempelajari ilmu pengobatan dari berbagai sumber untuk semakin menambah ilmunya. Keahlian dan kehebatan si pemuda tersebut semakin lama semakin terkenal. Tidak hanya di dalam kota bahkan namanya telah dikenal orang di seluruh negeri. Kerapkali dia diundang menjadi pengajar di beberapa sekolah, balai pengobatan hingga universitas di segala penjuru negeri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesibukan dan kesuksesan si pemuda tersebut akhirnya membuat dia lupa pesan gurunya untuk tetap melayani kaum miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkannya. Kesuksesannya telah membuat dia"buta". Dia hanya mau melayani orang kaya, pejabat pejabat dan orang yang dirasa cukup dekat dengannya. Si pemuda menjadi sangat sombong dan bangga dengan ketenarannya sebagai "Tabib No. 1" di negeri ini, sehingga bila ada orang asing yang meminta bantuannya, dia acap kali beralasan sangat sibuk dan tidak punya waktu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembaca yang budiman, dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa menggapai cita-cita untuk menjadi orang sukses dan berhasil itu adalah hal yang sangat baik, selama proses pencapaian kesuksesan tersebut dilandasi kemauan dan semangat yang pantang menyerah dan itikad serta cara yang benar . Namun ada satu hal yang selalu dilupakan orang ketika telah mencapai kesuksesan yang selama ini diharapkan yaitu "HATI", "Hati" untuk tetap berbuat baik, "Hati" untuk semakin rendah hati, "Hati" untuk melayani sesama, dan "Hati" untuk tetap kembali kepada Sang Pencipta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesuksesan sesungguhnya bukan hanya mengejar materi di dunia ini, tapi kesuksesan yang sesungguhnya adalah kita mampu untuk melawan Ego kita dan tetap menjaga hati kita tetap bersih dan melayani sesama dengan tulus tanpa mengharapkan balasan atau demi mencari ketenaran nama baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya jadi ingat dalam ajaran agama Budha, diajarkan : " Bila kita menolong seseorang dengan tulus, maka kita harus dengan segera melupakan perbuatan baik kita tersebut, namun bila kita ditolong oleh seseorang, maka kita harus membalas kebaikannya 10 x lipat".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Filosofi tersebut menginspirasi saya untuk menulis artikel ini, dimana pada jaman sekarang ini orang-orang berlomba-lomba berusaha menuju kesuksesan yang diidamkan, namun ketika berada dipuncak kesuksesan tersebut, dia telah dibutakan oleh materi, karena yang dikejar adalah kesuksesan materiil, sehingga kita menjadi lupa akan nilai hakiki hidup ini, yaitu Melayani sesama dan Tuhan sebagai Segala-galanya didunia ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam hal ini saya tidak bermaksud ingin mengajari siapapun, namun melihat keadaan yang saya alami dan tujuan hidup kita kelak sesudah meninggal, alangkah disayang kalau kesuksesan materiil yg telah kita capai tidak kita sempurnakan dengan kesuksesan hati kita. Dalam doa saya, saya senantiasa berharap pada Tuhan agar senantiasa diingatkan untuk tidak menjadi orang sombong karena sikap yang saya takuti dalam diri saya adalah menjadi orang sombong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-392320504165217092?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/392320504165217092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=392320504165217092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/392320504165217092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/392320504165217092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/makna-dibalik-suatu-kesuksesan.html' title='Makna Dibalik Suatu Kesuksesan'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4635450066304020658</id><published>2007-06-05T02:03:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T18:47:03.104-07:00</updated><title type='text'>Selembar Cek</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sebuah keluarga, tinggallah seorang ayah dengan putra tunggalnya yang sebentar lagi lulus dari perguruan tinggi. Sang ibu beberapa tahun yang lalu telah meninggal dunia. Mereka berdua memiliki kesamaan minat yakni mengikuti perkembangan produk otomotif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari, saat pameran otomotif berlangsung, mereka berdua pun ke sana . Melihat sambil berandai-andai. Seandainya tabungan si ayah mencukupi, kira-kira mobil apa yang sesuai budget yang akan di beli. Sambil bersenda gurau, sepertinya sungguh-sungguh akan membeli mobil impian mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjelang hari wisuda, diam-diam si anak menyimpan harapan dalam hati, "Mudah-mudahan ayah membelikan aku mobil, sebagai hadiah kelulusanku. Setelah lulus, aku pasti  akan memasuki dunia kerja. Dan alangkah hebatnya bila saat mulai bekerja nanti aku bisa berkendara ke kantor dengan mobil baru," harapnya dengan senang. Membayangkan dirinya memakai baju rapi berdasi, mengendarai mobil ke kantor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat hari wisuda tiba, ayahnya memberi hadiah bingkisan yang segera dibukanya dengan harap-harap cemas. Ternyata isinya adalah sebuah kitab suci di bingkai kotak kayu berukir indah. Walaupun mengucap terima kasih tetapi hatinya sungguh kecewa. "Bukannya aku tidak menghargai hadiah dari ayah, tetapi alangkah senangnya bila isi kotak itu adalah kunci mobil," ucapnya dalam hati sambil menaruh kitab suci kembali ke kotaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu berlalu dengan cepat, si anak diterima kerja di kota besar. Si ayah pun sendiri dalam kesepian. Karena usia tua dan sakit-sakitan, tak lama si ayah meninggal dunia tanpa sempat meninggalkan pesan kepada putranya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah masa berkabung selesai, saat sedang membereskan barang-barang, mata si anak terpaku melihat kotak kayu hadiah wisudanya yang tergeletak berdebu di pojok lemari. Dia teringat itu hadiah ayahnya saat wisuda yang diabaikannya. Perlahan dibersihkannya kotak penutup, dan untuk pertama kalinya kitab suci hadiah pemberian si ayah dibacanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat membaca, tiba-tiba sehelai kertas terjatuh dari selipan kitab suci. Alangkah terkejutnya dia. Ternyata isinya selembar cek dengan nominal sebesar harga mobil yang diinginkan dan tertera tanggalnya persis pada hari wisudanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sambil ber lina ng airmata, dia pun tersadar. Terjawab sudah, kenapa mobil kesayangan ayahnya dijual. Ternyata untuk menggenapi harga mobil yang hendak dihadiahkan kepadanya di hari wisuda. Segera ia pun bersimpuh dengan memanjatkan doa, "Ayah maafkan anakmu yang tidak menghargai hadiahmu …. Walau terlambat, hadiah Ayah telah kuterima…… Terima kasih Ayah.. Semoga Ayah berbahagia di sisiNYA, amin".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak jarang para orang tua memberi perhatian dengan alasan dan caranya masing-masing. Tetapi dalam kenyataan hidup, karena kemudaan usia anak dan emosi yang belum dewasa, seringkali terjadi kesalahfahaman pada anak dalam menerjemahkan perhatian orang tua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan cepat menghakimi sekiranya harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya tidak menjadikan kita manja hingga selalu menuntut permintaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mari belajar menjadi anak yang pandai menghargai setiap perhatian orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: Selembar Cek oleh Andrie Wongso&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4635450066304020658?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4635450066304020658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4635450066304020658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4635450066304020658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4635450066304020658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/selembar-cek.html' title='Selembar Cek'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-6894596422936778883</id><published>2007-06-05T01:53:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T03:50:13.025-07:00</updated><title type='text'>Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Suatu ketika seorang hartawan kaya meninggal dunia dengan sebelumnya telah menuliskan terlebih dahulu pembagian harta untuk kedua orang putranya. Istrinya sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sepanjang hidup, si hartawan mengumpulkan hartanya satu per satu sedikit demi sedikit sehingga ia sangat mengenal semua harta miliknya. Oleh karena itu ia dapat membagi semua hartanya menjadi dua dengan nilai kurang lebih sama. Akan tetapi karena jenis-jenis harta itu tidak persis sama yang diterima oleh masing-masing anaknya maka keduanya dengan penuh iri menganggap bahwa anak yang lain mendapatkan warisan lebih banyak dibanding dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Setelah upacara penguburan yang meriah, kedua putra tersebut segera saling ribut dan bersikeras bahwa orang tuanya telah bertindak tidak adil karena anak yang lain mendapatkan harta warisan yang lebih banyak dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Karena keributan yang tak kunjung selesai dan bahkan makin memuncak, orang-orang sekitar mengusulkan keduanya untuk membawa masalah mereka ke pengadilan. Berharap bisa memenangkan pengadilan karena merasa dirinyalah yang paling benar dimana warisan saudaranya lebih banyak dari yang dimiliki, kedua putra yang seakan melupakan bahwa mereka bersaudara dan datang dari orang tua yang sama, akhirnya sepakat untuk mencari penyelesaian melalui jalur hukum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Di pengadilan, sang Hakim yang dikenal sangat pandai dalam menangani kasus-kasus yang rumit, dengan sabar dan hati-hati mendengarkan keterangan dari kedua orang putra orang kaya tersebut secara bergantian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dengan cerdik, sang Hakim setelah berpikir sejenak kemudian berkata mereka, "Tuliskanlah semua harta kekayaan yang dikatakan oleh orang tuamu telah diwariskan untuk kalian masing-masing. Jangan sampai ada yang ketinggalan karena harta yang ternyata tidak tercantum dalam tulisan tersebut akan menjadi milik umum". Demikian teliti keduanya dalam melakukan inventarisasi dan menuliskan semuanya dalam daftar masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sang Hakim dengan sabar menunggu sampai keduanya selesai menulis dan kemudian bertanya, "Apakah semuanya sudah lengkap kalian tuliskan ?". Keduanya mengiyakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Hakim tersebut kemudian meminta keduanya untuk saling bertukar daftar dan memeriksa secara teliti daftar dari saudaranya. "Apakah kalian masih merasa bahwa warisan dari saudaramu lebih banyak dari yang kalian terima untuk diri masing-masing ?". Tanpa ragu keduanya segera menjawab, "Iya Pak Hakim, orang tua saya memang tidak adil. Harta yang diwariskan kepada saudara saya jauh lebih banyak daripada yang kuperoleh. Kami meminta penyelesaian yang seadil-adilnya". "Baiklah, karena kalian masing-masing menganggap bahwa daftar harta yang dimiliki oleh saudara kalian jauh lebih banyak dari daftar kalian sendiri maka silakan untuk saling menukarkan daftar masing-masing dan harta dalam daftar tersebut sekarang menjadi milik kalian".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sungguh suatu penyelesaian perkara yang rumit dengan cara yang sangat sederhana akan tetapi pandai dan adil. Sang Hakim mengecoh kedua putra yang tamak dengan keserakahan mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Seperti pepatah populer yang sudah dimodifikasi, "Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau daripada rumput sendiri". &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah pindah ke rumah tetangga dan memiliki rumput tersebut, ternyata tidaklah sehijau rumput sendiri sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:10;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:10;" &gt;Kita sering melihat orang lain lebih baik, lebih enak, lebih bahagia, lebih pandai, lebih menarik dan berbagai 'lebih-lebih' lainnya. Bisa terjadi sebenarnya malah orang lain yang kita pandang 'lebih' tersebut ternyata sebenarnya juga menganggap dirinya kalah dibanding diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:10;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:10;" &gt;Mulailah untuk bisa menerima keadaan diri sendiri apa adanya, mempertahankan apa-apa yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki. Jadilah orang yang mudah bersyukur. Inilah jalan terbaik dalam menjalani kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-6894596422936778883?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/6894596422936778883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=6894596422936778883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6894596422936778883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/6894596422936778883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/rumput-tetangga-tidak-selalu-lebih.html' title='Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-4572565558032305519</id><published>2007-06-03T23:50:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T18:51:36.945-07:00</updated><title type='text'>Mau Lebih Baik? Jadilah Pendengar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;      &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStartT|**|-~--&gt; &lt;!--~-|**|PrettyHtmlEndT|**|-~--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                       Pernah mendengar istilah tong kosong nyaring bunyinya? tidak asing lagi bukan? Memang telihat sebuah ungkapan biasa, ungkapan yang sering kita dengar dari jaman kita masih bermain galasin sampai dengan sekarang di mana kita sudah menggunakan internet dalam kehidupan kita. Ungkapan ini sederhana, sering didengar dan gampang dimengerti. Hanya satu hal yang kurang di dalamnya, yaitu kemauan kita untuk memahami ungkapan itu dan menerapkannya dalam menjalani hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada umumnya memang mengharapkan untuk menjadi seorang pemenang yang selalu ingin didengar dan ingin disanjung. Tapi tahukah anda bahwa keinginan itu membatasi kita untuk menerima hamparan ilmu yang terbentang luas di hadapan kita. Pada saat kita berkomunikasi dengan teman, saudara ataupun adik kita di saat itu lah sebenarnya ilmu-ilmu yang ada dimuka bumi ini datang ke hadapan anda dengan rangkaian kata-kata yang sudah diracik dengan sedemikan baiknya oleh lawan bicara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita menarik mengenai jadilah pendengar. Pada suatu ketika di mana saya berada di perusahaan tempat saya bekerja, datanglah seorang teman baru yang baru saja masuk sebagai pegawai di perusahaan saya bekerja. Perusahan tempat saya bekerja ini adalah perusahaan pertamanya dalam dunia pekerjaan. Di awal karirnya ini dia mengalami frustrasi dan ketakutan yang teramat sangat terhadap posisinya yang baru, dia merasa memiliki kemampuan di bawah dari yang dibutuhkan untuk mengisi jabatannya sekarang. Dan dia merasa tempat ini bukanlah tempat yang tepat baginya. Disaat itu dia datang sebagai seorang teman yang membutuhkan saran dan bersedia menjadi pendengar yang siap mendengarkan seribu satu pendapat dari saya, dan sepertinya hal itu didapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu dan syukur alhamdulillah sekarang dia masih ada di perusahaan tempat saya bekerja. Namun hal itu berubah, sekarang dia menjadi sosok yang merasa telah mampu untuk menjadi orang yang sesuai dengan jabatan yang diberikan perusahaan. Namun dibalik itu sekarang dia menjadi sosok yang sepertinya ingin menunjukkan satu persatu prestasi dan kemajuan yang telah dia lewati. Di setiap pertemuan dia selalu ingin menjadi pusat pembicaraan dan orang yang vokal. Hampir semua hal yang dia lewati, diangkatnya menjadi bahan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keadaan ini apakah anda tahu apa yang sedang dialaminya. Pada saat-saat seperti inilah manusia menghambat dirinya untuk berkembang. Pada saat seperti inilah dia sudah melewatkan ratusan bahkan jutaan ilmu yang seharusnya dia dapat dari temannya namun di berhentikannya dengan cerita-ceritanya. Tahukah anda bahwa pada saat yang bersamaan dia menceritakan detik demi detik keberhasilannya, dia telah menghambat masuknya ilmu kedalam kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang sering terjadi pada kita dimana kita hanya mau jadi pendengar disaat benar-benar kita membutuhkan pandangan orang tentang suatu hal. Sementara pada saat kita menjalani hidup kita sehari-hari kita tidak mau berusaha untuk merendahkan hati kita dan membukan telinga lebar-lebar untuk menjadi pendengar yang baik. Ingatlah bahwa semua pemimpin-pemimpin besar di dunia adalah orang orang yang memiliki sifat rendah hati dan selalu menjadi pendengar yang baik, oleh karena itu camkanlah dalam hati bahwa anda adalah orang biasa yang selalu butuh pandangan dan ilmu dari orang lain, rendahkanlah hati dan bukalah telingamu seluas-luasnya untuk memperbanyak pundi-pundi ilmu untuk bekal melewati kehidupan yang lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Live Can Be SO hard But U can Passed it with a smile"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-4572565558032305519?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/4572565558032305519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=4572565558032305519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4572565558032305519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/4572565558032305519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/06/mau-lebih-baik-jadilah-pendengar.html' title='Mau Lebih Baik? Jadilah Pendengar'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8364155636499455040</id><published>2007-05-24T19:01:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T18:54:06.792-07:00</updated><title type='text'>Pacaran, kuno ?</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sori, dengan judul seperti ini bukan maksud kita mau ngeledekin kamu-kamu yang pacaran, tapi kita mau menertawakan kamu-kamu yang pacaran. Lho, sama aja atuh ya? Jangan bingung begitu deh, karena memang itulah faktanya. Pacaran, adalah aktivitas yang udah kuno. Mungkin bukan saja kuno, tapi sekaligus norak. Bener lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih? Islam, sebagai agama ‘modern’ dan mencerahkan pemikiran, selalu memberikan yang terbaik untuk pemeluknya. Misalnya saja, di jaman purbakala, saat manusia terbiasa buligir, alias kagak make sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya, Islam datang menyempurnakan aturan manusia dalam berpakaian. Jilbab salah satunya, adalah ajaran Islam yang memberikan kehormatan kepada kaum wanita dalam berpakaian. Jadi, kalo sekarang masih ada anak puteri yang kagak pake jilbab, itu artinya masih ‘kagum’ dengan kebudayaannya Homo Soloensis dan Pythecantropus Erectus yang masih primitif, alias kuno. Gubrag! (yang tersinggung dilarang bangga) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, pacaran apa hubungannya dengan kuno dan modern? Sabar dulu sobat. Begini, sebelum Islam datang sebagai agama penyempurna bagi kehidupan manusia, kehidupan di masa jahiliyah dulu rusak banget. Salah satunya dalam pergaulan. Mungkin, kalo kita mau kejam, seperti dunia binatang. Kok bisa sih? Iya, soalnya hubungan antara pria dan wanita di masa jahiliyah dulu kagak ada aturannya. Main seruduk, main selonong sana selonong sini. Suka-suka aja gitu lho. Waduh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, itulah sebabnya kenapa kita bilang bahwa pacaran adalah aktivitas kuno dan sekaligus norak. Lihat saja model gaul anak muda sekarang (termasuk paling banyak di antaranya adalah remaja muslim) makin tak terkendali alias liar banget. Kata seorang teman, remaja sekarang dalam bergaul dengan lawan jenisnya menggunakan prinsip 3T; ta’aruf (saling mengenal), taqarrub (saling mendekat), dan tak tubruk (terjemahkan dan tafsirkan sendiri deh, he..he..he..). mentang-mentang saling cinta dan saling sayang, lalu merasa halal aja main elus, main peluk, main tendang, main cekik, dan main banting (smackdown kali yee…? He..he..he..) Jadi, pacaran memang aktivitas yang deket-deket banget dengan z-i-n-a. Naudzubillahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar banget sobat, kita ngeri deh dengan perkembangan gaul remaja sekarang. Remaja yang awam memang paling banyak melakukan aktivitas baku syahwat yang diharamkan Islam ini, but nggak sedikit yang ngakunya anak masjid juga jadi aktivis pacaran. Wackss… kacau-beliau dong? Begitulah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…, kamu yang masih pacaran dan lagi seneng-senengnya bermesraan bareng gandengan kamu, pastinya bakalan sutris baca tulisan ini. Mungkin juga tuh sumpah serapah bakalan keluar dalam mulut kamu. Tapi inget sobat, justru lebih parah kalo kagak ada yang mau susah payah ngingetin kita-kita. Sebab, sebagai manusia kita selalu nggak lepas dari kesalahan. Di sinilah perlunya kita saling menasihati dan ngingetin satu sama lain. Tul nggak? Jadi, jangan marah ya kalo kita ngingetin kamu, meski dengan sindiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WORKSH%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_i1025" height="32" width="32" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih pada pengen pacaran?&lt;br /&gt;Bener. Kenapa sih kamu-kamu pada pengen ngelakuin pacaran? Apa enaknya pacaran? He..he..he.. jangan bingung dulu Mas, kita coba bantu ngasih bocorannya. Ada beberapa alasan yang bisa kita telusuri di balik maraknya aktivitas ilegal dalam ajaran Islam ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, biar disebut dewasa. Banyak teman remaja yang melakukan pacaran, biar disebut udah dewasa. Maklum aja, aktivitas baku syahwat itu kayaknya ganjil banget kalo dilakukan oleh bocah cilik. Selain ganjil, anak kecil nggak pantes ngelakuin pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda, secara biologis boleh jadi kamu dewasa. Kamu yang cowok udah mimpi basah, tubuhmu udah mulai memproduksi sel sperma, suaramu pun udah berubah jadi berat, udah tumbuh rambut di sana-sini, jakunmu pun mulai kelihatan. Kamu yang puteri, sudah mulai haidh, tubuhmu udah memproduki sel telur, beberapa bagian tubuh mengalami pertumbuhan pesat. Itu secara fisik. Dan itu nggak salah kamu disebut dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ukuran dewasa nggak selalu ditentukan dengan perubahan fisikmu, tapi ditentukan pula dengan cara kamu berpikir dan cara kamu bersikap. Nah, dewasa dalam berpikir dan bersikap harus kamu miliki juga dong. Sebab, banyak orang mengaku udah dewasa, tapi ternyata nggak bisa atau belum bisa berpikir dewasa. Seperti apa sih berpikir dewasa? Kamu berani bertanggung jawab dan bisa menentukan masa depan kamu sendiri. Dengan cara yang benar tentunya. Itu baru dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, kalo kamu menganggap bahwa untuk bisa dikatakan udah dewasa adalah dengan melakukan pacaran, berarti kamu sebetulnya belum bisa dikatakan dewasa, terutama dalam berpikir dan bersikap. Why? Sebab, aktivitas pacaran jelas mendekati zina. Dan itu dosa. Jika kamu masih tetap melakukannya, itu artinya kamu belum tahu arti sebuah kedewasaan. Padahal, orang yang berpikir dan bersikap dewasa, akan lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Nggak asal jalan aja. Tapi penuh perhitungan, bila perlu mengkalkulasi untung-rugi dari sebuah perbuatan yang kamu lakukan. Sebab, itulah yang namanya bertanggungjawab. Lha, yang pacaran? Rata-rata cuma seneng-seneng aja tuh. Berarti nggak punya prinsip dong? Berarti belum dewasa dong? Tepat. Kejam amat ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, having fun. Walah, ini juga asal-asalan. Tapi inilah kenyataan yang kudu kita hadapi. Banyak teman remaja yang mengaku bahwa alasan melakukan pacaran sekadar having fun aja. Sekadar bersenang-senang. Nggak punya alasan lain. Barangkali teman remaja yang begitu menganggap bahwa pacaran sekadar hiburan di masa sulit dan obat stres saat menghadapi persoalan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, teman-teman remaja yang nggak mendapatkan kasih sayang di rumah, karena kebetulan orangtuanya jarang di rumah, ia nyari kesenangan di luar. Bisa dengan kekasihnya (baca: pacaran), bisa juga lari ke minuman keras dan narkoba. Di rumah sumpek, maka pelampiasan untuk mencari kesenangannya lewat pacaran. Pacaran sering diyakini sebagai obat mujarab untuk menghilangkan stres. Gimana nggak senang, wong, jalan berdua, mojok berdua, bisa curhat, bisa menikmati hidup ini dengan nyaman dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pacaran selalu memberikan kesenangan? Ternyata nggak tuh. Banyak pasangan yang pacaran justru cek-cok melulu. Belum lagi kalo beda ambisi. Maklum masih pada muda, emosinya masih meletup-letup. Jadi, gimana mau senang-senang jika tiap hari ‘panas’ melulu. Nggak banyak sih yang begitu, tapi tetap, bahwa alasan berpacaran semata untuk having fun, juga nggak dibenarkan. Baik secara hitung-hitungan logika, apalagi hukum syara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pacar sebagai motivator dan katalisator. Duh, emangnya pacaran sejenis suplemen, pake menambah semangat segala? Tapi itulah yang terjadi. Alasan yang asal-asalan memang. Namun inilah yang juga banyak diakui teman remaja. Ada yang ngedadak jadi getol dateng ke sekolah en rajin belajar. Rela datang lebih awal ke sekolah. Tujuannya, biar bisa berlama-lama dengan sang gacoan. Maklum, kalo di sekolah sang gebetan ada, rasanya muncul semangat untuk belajar. Ah, yang benar nih? Jangan ngigau begitu, ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah pacaran bisa tambah semangat belajar? Naga-naganya sih alasan itu cuma direkayasa. Coba aja kamu pikirin, gimana bisa belajar jadi getol kalo di sekolah aja yang diingetin cuma kekasihnya. Boleh jadi pelajaran yang diikuti di kelas memantul sempurna, karena otaknya udah full dengan memori tentang sang kekasih hati. Lagi pula, yang berhasil jadi juara kelas or juara umum di sekolah bukan karena mereka pacaran. Kalo memang pacaran nambah semangat untuk belajar, harusnya semua yang pacaran tambah pinter, karena belajar terus. Buktinya? Justru yang pacaran selalu bermasalah dalam belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih ada satu-dua yang pacaran tapi prestasinya tetep bagus. Tapi itu bukan jadi alasan lho untuk kamu teladani. Sebab, puluhan, atau mungkin ratusan remaja yang pacaran, justru prestasi akademiknya jeblok. Yang pinter itu pun, karena emang otaknya tokcer banget. Selain memang mereka nggak nafsu-nafsu amat untuk pacaran. Karena doi biasanya lebih mementingkan belajar. Nah lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, emang nggak ada pengaruh secara signifikan sih antara pacaran dan prestasi belajar. Nggak ada. Itu mah, cuma alasan klise alias dibuat-buat aja untuk melegalkan ajang baku syahwat yang dilarang itu. Tapi sejujurnya, pendapat kita neh, yang udah-udah, makin kuat pacarannya, biasanya malah makin malas belajarnya. Ngaku aja deh. (Idih kayak interogasi aja ya? He...he…he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari itu semua, entah pacaran itu bisa menumbuhkan semangat belajar atau malah memadamkan semangat belajar, tetep aja perbuatan tersebut haram untuk dilakukan. Karena ukuran manfaat dan mafsadat (keburukan) bukan dinilai oleh kita. Kita, kaum muslim, diajarkan untuk melakukan perbuatan yang ihsan. Jadi, bukan yang terbanyak amalnya yang akan dinilai oleh Allah, tetapi yang terbaik amalnya. Baik niat maupun caranya. Dua-duanya kudu sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah Swt.: “...supaya Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (TQS al-Mulk [67] : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama yang hidup di masa Abdul Malik bin Marwan, Sa’id bin Jubair, pernah mengatakan: “Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, dan tidak akan diterima perkataan, amal dan niat kecuali disesuaikan dengan sunnah Nabi saw.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking pentingnya ihsan dalam beramal ini, Imam Malik mengatakan: “Sunnah Rasulullah saw itu ibarat perahu nabi Nuh. Siapa yang menumpanginya ia akan selamat; sedangkan yang tidak, akan tenggelam.”&lt;br /&gt;Nah, meskipun niatnya bagus untuk menambah semangat belajar (mungkin ikhlas karena Allah), tapi pacaran adalah perbuatan maksiat. Jadi nggak klop tuh. Nah lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menertawakan pacaran&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo melihat teman-teman kamu yang pacaran, kita suka geli dan lucu lho. Kita tertawa. Bener. Abisnya, teman remaja yang aktivis berat pacaran adalah tipe manusia yang suka ngakalin gitu lho. Sebab, alasan-alasan utama mereka berpacaran justru semuanya klise. Intinya, semua itu cuma direkayasa untuk melegalkan aktivitas baku syahwat terlarang itu. Bener. Kagak bohong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, singkat kata, bagi kamu yang masih aktif pacaran, segera melakukan pembenahan; putusin aja pacar kamu. Pelajari Islam. Yakinlah, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu. Nggak usah ragu, jodoh di tangan Allah, bukan di tangan hansip (maksudnya kalo kamu kepergok lagi “begituan” sama hansip, he..he..he..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kamu yang belum terjun ke dalam aktivitas ini, hindari segala peluang yang bakal menyeret kamu ke dalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadir di majlis taklim, pengajian sekolah dan bertemanlah dengan anak-anak sholeh di sekolah dan lingkungan tempat tinggalmu. Insya Allah itu bakal meredam keinginan kamu terhadap aktivitas gaul bebas yang emang berbahaya dan dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS an-Nûr [24]: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, pacaran adalah salah satu pemenuhan yang salah dari naluri mempertahankan jenis. Sebab, pemenuhan dan penyaluran yang sah menurut Islam adalah dengan menikah. Sabda Rasulullah saw.: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah, sebab nikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan pada nekat pacaran ya? Pacaran itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Kalo pun mungkin ada ‘manfaat’, tapi itu biasanya cuma diukur dengan penilaian hawa nafsu kita, bukan berdasarkan aturan Allah Swt. Kalo kamu nekat pacaran? Huahaha… udah kuno, norak, dosa lagi. Amit-amit deh. Tinggalin ya..!?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8364155636499455040?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8364155636499455040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8364155636499455040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8364155636499455040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8364155636499455040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/05/pacaran-kuno.html' title='Pacaran, kuno ?'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-8951672418649797158</id><published>2007-05-23T22:11:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T18:59:33.846-07:00</updated><title type='text'>Meramalkan Kesuksesan Anda</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda pasti penasaran toh, tentang bagaimana ma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sa depan Anda? Apakah Anda akan sukses di masa depan? Apakah Anda akan berhasil nanti? Ketahuilah, bahwa yang bias memastikannya hanyalah Sang Pencipta Anda. Namun demikian, Anda beruntung sekali karena Yang Maha Kuasa telah memberi kesempatan kepada Anda, untuk meramalkan masa depan Anda sendiri. Bagaimana dengan ini? Anda bisa mengetahuinya, hanya dalam waktu dua puluh menit!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jika Anda tertarik untuk mengetahui masa depan Anda, Anda bisa mengerjakan PR dari Leslie Fieger berikut ini - Leslie Fieger adalah penulis buku "The DELFIN Knowledge System Trilogy: The Initiation, The Journey, dan The Quest" dan "Millionaire Mindset".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pertama, Anda harus memahami petunjuk-petunjuk penting yang menentukan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 1. SIKAP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sikap pemenang dan ada sikap orang yang kalah. Sebagian besar dari kita memiliki sikap campuran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sikap pemenang ditandai oleh: *self esteem* yang tinggi, cara pandang yang positif terhadap kehidupan, penuh rasa bersyukur, peka akan arah hidup, memiliki kemauan keras untuk belajar dan melakukan apa yang perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sikap orang yang kalah ditandai oleh: *self esteem* yang rendah, cara pandang yang negatif tentang hidup, tidak pandai bersyukur, mempercayai nasib buruk dan kesialan, tidak mau belajar, keras kepala tentang berbagai hal yang dianggap sudah diketahuinya, memiliki kemauan yang rendah dan disiplin pribadi yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 2. NIAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Berbagai hal yang dikerjakan dengan niat, akan bermuara pada hasil yang diniatkan. Berbagai hal yang dikerjakan tanpa niat, akan berakhir dengan hasil yang tidak diniatkan. Anda bisa mengklarifikasi soal niat ini, dengan menjawab tiga pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apa niat Anda dalam mempertahankan suatu keyakinan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apa niat Anda dalam mengambil pola pikir tertentu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apa niat Anda dalam melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kebanyakan orang akan sulit menjawabnya dan hanya pemenang yang bisa. Seorang pemenang bahkan melanjutkannya dengan pertanyaan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apa hasil yang Saya niatkan dengan keyakinan ini, berpikir seperti ini, bertindak begini, dan membawa diri dengan cara ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 3. TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tujuanlah yang memberi arti. Hidup tanpa tujuan adalah hidup yang tidak berarti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pemenang punya tujuan dan orang yang kalah tidak. Seorang pemenang hidup dengan dan di dalam tujuan. Orang yang kalah hidup sebagai korban keadaan. Mereka tidak menciptakan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tuliskanlah sesegera mungkin tujuan hidup Anda, dan gunakan standar Anda sendiri. Anda boleh sangat egois untuk yang satu ini. Tapi ketahuilah, bahwasanya tujuan itu telah dituliskan di dalam kitab suci Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 4. SEMANGAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Semangat adalah bahan bakar Anda. Bahan bakar itulah yang akan menarik orang lain dan sumber daya yang diperlukan sehingga makin mendekati Anda. Semangat itu magnet. Orang yang bersemangat akan menarik orang lain dan sumber daya ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pemenang adalah orang yang sangat bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 5. RENCANA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Anda pernah mendengar ini. Anda sudah membacanya berulang kali. Hidup Anda perlu rencana dan Anda harus membuatnya. Seorang pemenang memiliki rencana permainan. Orang yang kalah hanyalah penonton atau pemain cadangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tulislah rencana Anda dengan spesifik dan sedetil mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 6. PERSISTENSI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sikap pantang menyerah akan melahirkan pemenang. Sikap ini akan meroketkannya sampai ke puncak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di tengah perjalanan, Anda pasti akan menemukan kendala dan hambatan. Orang yang kalah akan segera menyerah, dan seorang pemenang justru menjadikannya kekuatan dan alat belajar untuk mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 7. TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jawablah pertanyaan ini,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; -Mengapakah Saya belum juga berbahagia, kaya, sejahtera, sukses, dan mencapai segala keinginan Saya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jika jawaban Anda menyalahkan kondisi, keadaan, kejadian, atau orang lain, maka Anda adalah orang yang kalah. Sebab, seorang pemenang adalah ia yang mau mengambil tanggungjawab, dan orang yang kalah akan menyalahkan segala sesuatu selain dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Naiklah ke panggung kehidupan dan terimalah tanggungjawabnya. Maka Anda akan menjadi pemenang di setiap detak jantung Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jika Anda memilih bertanggungjawab untuk setiap kesulitan dan kegagalan, maka Anda juga akan bertanggungjawab untuk setiap kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Saat Anda sukses, Anda bahkan tidak perlu lagi berkata, "Saya hoki." Anda bisa mengatakan, "Alhamdulillah, Saya berhasil melakukannya. "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 8. KATA-KATA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kata-kata yang Anda ucapkan dan cara Anda mengucapkannya, menunjukkan banyak hal tentang Anda. Kata-kata Anda akan mengungkapkan keyakinan Anda, pemikiran Anda, dari mana Anda berasal, dengan siapa Anda bergaul, dan kemana Anda akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Orang biasa berbicara tentang orang lain; orang rata-rata berbicara tentang kejadian dan keadaan; orang hebat dan pemenang berbicara tentang ide dan idealismenya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 9. TINDAKAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Apa yang Anda lakukan adalah cerminan dari karakter Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kebanyakan orang hanya melakukan apa yang dilakukan orang lain. Jika Anda mau menjadi pemenang, lakukanlah apa yang menjadi idealisme Anda sendiri. Ketahuilah, bahwa tindakan akan membawa hasil. Dengan bertindak sesuai idealisme Anda sendiri, hasilnya adalah Anda yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Lakukanlah apa yang Anda sukai, lakukanlah apa yang Anda inginkan. Bertanggungjawab dan rasakanlah konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 10. SILATURAHIM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jika Anda ingin menjadi pemenang, bergaullah dengan pemenang. Ciptakanlah kelompok *mastermind* Anda sendiri. Cobalah untuk terlibat dengan orang yang lebih dahulu sukses daripada Anda, dengan orang yang lebih pintar daripada Anda, dan dengan orang yang punya aspirasi lebih baik daripada Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bergaullah dalam keseharian dengan mereka, atau bacalah buku-buku dan biografi mereka. Kunjungilah situs atau blog mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Orang yang kalah bergaul dengan orang yang kalah. Bukan hanya karena merasa senasib sepenanggungan saja, tapi juga karena merasa tidak terancam *self esteem*-nya, saat mereka membandingkan diri dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Cintailah diri Anda apa adanya saat ini. Terimalah diri sebagaimana adanya kini. Dengan begitu, Anda akan dapat menaikkan *self esteem* Anda. Dan kemudian, Anda tidak lagi perlu merasa terancam atau membanding-bandingkan diri dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pemenang itu percaya diri, dan orang yang kalah percaya dunia di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Itulah petunjuk-petunjuk paling rahasia yang menjadi penentu kesuksesan Anda. Dan sekarang, semuanya bukan rahasia lagi. Bagaimanakah caranya, agar Anda bisa menggunakan semua petunjuk itu untuk meramalkan masa depan kesuksesan Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Luangkan waktu dua puluh menit, dan cari tahulah tentang hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; -Dengan siapa Anda bergaul?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apa yang Anda lakukan dari hari ke hari?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Bagaimana cara Anda berbicara dan apa yang Anda katakan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apakah Anda bertanggungjawab atau menyalahkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apakah Anda pantang menyerah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apakah Anda punya rencana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apakah Anda punya semangat untuk hidup dan menjalani rencana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Apakah Anda bertindak dengan sengaja atau reaksional?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-Bagaimana Anda menyikapi dan menjalani hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dua puluh menit kemudian, Anda akan mengetahui apakah Anda akan sukses atau tidak. Anda, juga bisa meramalkan sukses atau tidaknya orang lain dengan perangkat ini. Teman Anda, keluarga Anda, suami atau istri Anda, anak-anak Anda, boss Anda, siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Berita baiknya, untuk Anda sendiri, Anda tidak perlu memiliki semua karakteristik seorang pemenang sejati. Anda hanya perlu merubah diri dan mencoba mendekatinya semampu Anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Bagaimana dengan Saya? Ah, Saya mah baru belajar meramal nasib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Posting ini adalah bagian wajib yang diharuskan dalam:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; "A Game of Success &lt;a href="http://milis-bicara.blogspot.com/2007/04/game-of-success_11.html" target="_blank"&gt;http://milis- bicara.blogspot. com/2007/ 04/game-of- success_11. html&lt;/a&gt; ".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Saya Ingin Anda Sukses,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Saya Harus Membuat Anda Sukses.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-8951672418649797158?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/8951672418649797158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=8951672418649797158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8951672418649797158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/8951672418649797158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/05/meramalkan-kesuksesan-anda.html' title='Meramalkan Kesuksesan Anda'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6714754014752063586.post-7784165242495425636</id><published>2007-05-23T20:50:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T19:01:28.943-07:00</updated><title type='text'>Pencuri Impian</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya: “Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya”. “Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit”, jawab sang pakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang ke rumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan menari lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, “Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari”, jawab sang pakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian&lt;br /&gt;saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak …. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. &lt;strong&gt;Anda tidak harus minum anggur satu barel untuk membuktidkan anggur itu enak&lt;/strong&gt;. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. &lt;strong&gt;Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impina Anda, bukan pada ucapan atau tindakan saya.&lt;/strong&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. &lt;strong&gt;Pujian itu seperti pedang bermata dua. Ada kalanya memotivasumu, bisa pula melemahkanmu.&lt;/strong&gt;  Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar &lt;strong&gt;pujian yang diberikan pada saat seseorang sedang bertumbuh, hanya akan membuat dirinya puas dan pertumbuhannya berhenti. Saya justru lebih suka mengacuhkanmu, agar hal itu bisa melecutmu bertumbuh lebih cepat lagi. &lt;/strong&gt; Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. &lt;strong&gt;Tidak pantas Anda meminta pujian dari orang lain.&lt;/strong&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin Anda sakit hati pada waktu itu, tapi sakit hati Anda akan cepat hilang begitu Anda berlatih kembali. Tapi sakit hati karena penyesalan Anda hari ini tidak pernah bisa hilang selama-lamanya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-size:100%;" &gt;Sumber : www.thediamondlight.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6714754014752063586-7784165242495425636?l=berani-sukses.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berani-sukses.blogspot.com/feeds/7784165242495425636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6714754014752063586&amp;postID=7784165242495425636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7784165242495425636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6714754014752063586/posts/default/7784165242495425636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berani-sukses.blogspot.com/2007/05/pencuri-impian.html' title='Pencuri Impian'/><author><name>Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08893441727357068658</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
